0,97 Persen, Kontribusi Koperasi pada Ekonomi

Dua tantangan berat yang dihadapi dalam pengembangan koperasi di Indonesia menurut Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki, yakni rendahnya partisipasi penduduk menjadi anggota koperasi dan rendahnya kontribusi koperasi terhadap perekonomian nasional. Teten mengatakan kontribusi koperasi terhadap perekonomian Indonesia pada 2019 hanya 0,97 persen jauh lebih rendah dari rata-rata kontribusi koperasi terhadap ekonomi dunia, yaitu sebesar 4,30 persen.

“Kondisi ini disebabkan oleh kendala terkait regulasi, manajemen dan SDM, akses pembiayaan dan pengawasan,” kata Teten saat webinar nasional “Tantangan Peluang dan Posisi Koperasi dalam Perekonomian Nasional” di Jakarta.

Sementara PBB mencatat rata-rata 16,31 persen penduduk dunia menjadi anggota koperasi. Namun di Indonesia angka partisipasi tersebut masih lebih rendah hanya 8,41 persen. Menurutnya, koperasi secara umum telah memberikan kontribusi positif terhadap perekonomian Indonesia. Tercatat 123.048 unit koperasi mampu mendorong pembentukan 5,54 persen rasio PDB Koperasi secara nasional serta menyerap 0,45 persen dari total angkatan kerja.

Baca Juga:  Kemendikbud Akan Mulai PTM di Bulan Juli, Ini Respon Ganjar

Namun, kata Menkop, dari total jumlah koperasi tersebut saat ini masih didominasi oleh Koperasi Simpan Pinjam dan unit Simpan Pinjam yang mencapai 59,9 persen. Itu pun masih terkonsentrasi di Pulau Jawa mencapai 46,5 persen. Sementara di sektor pangan, baru 13.821 unit bergerak di ini atau setara 11,23 persen dari total koperasi dengan kontribusi omzet sebesar 7,27 persen terhadap total omzet koperasi di Indonesia.

Kemenkop dan UKM tengah menyusun konsep Arsitektur Pengembangan Koperasi Indonesia untuk mewujudkan koperasi sehat, mandiri, modern, dan berdaya saing guna mendukung pengembangan koperasi yang lebih fokus dan terarah tersebut. Selain itu, koperasi didorong mendukung UMKM melalui empat pilar kebijakan pada infrastruktur, profesionalisme tata kelola koperasi, pembiayaan dan kapasitas usaha, serta pengawasan dalam konteks pembinaan terhadap koperasi.

Baca Juga:  3 Fakta Terkait Hilangnya VTube di Playstore

“Kami arahkan agar koperasi sejalan dan mendukung pengembangan UMKM, sehingga akses UMKM terhadap permodalan, pasar, dan teknologi menjadi lebih luas, serta dampak ekonomi yang diberikan koperasi dan UMKM dapat memberikan multiplier effect yang lebih besar baik terhadap anggota maupun ekonomi Indonesia,” ujar Teten.

Tags: , ,