1.505 Peserta Gagal Ikuti Seleksi UTBK SBMPTN Tahap Pertama.

Peserta yang mengikuti SBMPTN wajib untuk mengikuti rapid test, karena yang menjadi salah satu syarat untuk mengikuti Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) adalah peserta harus harus sehat dan tidak ada tanda-tanda mengarah ke Covid-19. Sehat tersebut dibuktikan dengan suhu badan peserta saat akan mengikuti UTBK dan hasil rapid tes.

Hal ini menyebabkan masih banyaknya 1.505 peserta yang gagal mengikuti UTBK SBMPTN terkena demam dan reaktif corona pada gelombang pertama yang digelar 5-12 Juli 2020. Jadi, mereka akan diikutsertakan pada UTBK gelombang kedua yang digelar pada 20-29 Juli 2020.

Ketua Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) Mohammad Nasih mengatakan salah satu syarat untuk mengikuti UTBK adalah peserta harus sehat dan tidak ada tanda-tanda mengarah ke Covid-19. Sehat tersebut dibuktikan dengan suhu badan peserta saat akan mengikuti UTBK dan hasil rapid tes.

“Pada gelombang pertama, ada 1.505 peserta yang harus direlokasi ke gelombang kedua karena pada saat pelaksanaan, ternyata menunjukkan suhu badan melebihi 37,5 derajat celcius dan hasil rapid test reaktif,” ujar Ketua Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT), Mohammad Nasih pada Rabu (15/7).

Baca Juga:  Dalam Sepekan, Sukoharjo Catat 6 Kasus Kematian Pasien Positif Covid-19

Seperti diketahui, untuk mengikuti UTBK, peserta wajib memenuhi syarat kesehatan seperti memiliki suhu badan tidak lebih dari 37,5 derajat celcius. Untuk beberapa wilayah diberlakukan syarat tambahan berupa wajib menyertakan surat keterangan non reaktif dari hasil pemeriksaan rapid test.

Kasus yang cukup banyak terjadi adalah kota Surabaya, di mana 50 peserta dinyatakan reaktif corona. Ia mengimbau 1.505 peserta yang merupakan limpahan dari gelombang pertama harus benar-benar menjaga kesehatan, agar dapat mengikuti UTBK gelombang kedua. Sebab LTMPT tidak membuka UTBK gelombang III atau UTBK susulan. “Tidak ada toleransi bagi peserta yang terindikasi sakit untuk UTBK gelombang kedua, jadi pastikan sehat saat pelaksanaan UTBK,” tambahnya.

Tercatat ada 93,1 persen atau 519.070 peserta yang hadir pada UTBK tahap pertama. Seharusnya ada 558.107 peserta yang terjadwal di tahap pertama. Angka kehadiran ini lebih tinggi dibanding tahun lalu, yakni 88,9 persen.

Baca Juga:  Kasus Jembatan Waterfront City, KPK Kembali Periksa 2 Pegawai PT Wijaya Karya

“Melihat tingkat kehadiran peserta hingga lebih dari 93 persen atau lebih tinggi dari tahun lalu sekitar 85 persen, menggambarkan antusiasme yang tinggi dari calon mahasiswa. Pandemi Covid-19 tidak menyurutkan semangat untuk mencari perguruan tinggi terbaik dengan mengikuti ujian di tempat yang telah ditentukan,” kata Pelaksana tugas Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (Plt. Dirjen Dikti), Nizam.

Harapan Nizam pada UTBK-SBMPTN gelombang kedua yang akan dilaksanakan pada tanggal 20-29 Juli 2020 akan berjalan lancar dan tingkat kehadiran juga tinggi. “Kami berharap tingkat kehadiran di gelombang kedua persentasenya juga akan tetap tinggi, para calon mahasiswa tetap semangat, dan ujian dapat berlangsung secara lancar mengikuti protokol kesehatan yang ditetapkan dari gugus tugas,” tambahnya.

Tags: , ,