1000 Karyawan Twitter Punya Akses Khusus Ke Dalam Program Twitter

1000 Karyawan Twitter Punya Akses Khusus

Ada lebih dari 1.000 karyawan dan kontraktor Twitter yang memiliki akses ke perangkat lunak internal yang dapat mengubah pengaturan akun pengguna dan mentransfer kontrol akun tersebut kepada orang lain.

Dua mantan karyawan Twitter yang terkait dengan peretasan beberapa akun Twitter terkenal minggu lalu mengatakan demikian. Perangkat lunak internal yang dimaksud adalah cara bagi peretas untuk mengambil alih akun korban.

Dengan begitu banyak karyawan yang memiliki akses ke perangkat lunak, akan semakin sulit untuk menyelidiki kasus kebocoran yang saat ini sedang diselidiki oleh Twitter dan FBI, seperti dilansir Reuters, Jumat (24/7/2020).

Dalam pernyataan awalnya, Twitter mengakui bahwa si pelaku memanipulasi sejumlah karyawan melalui social engineering untuk mendapatkan akses ke perangkat lunak tersebut. Kemudian si pelaku mengambil akses ke 45 akun dan dapat mengakses DM yang diterima dan dikirim oleh 36 akun korban.

Baca Juga:  LPPM UNS Solo Lockdown 10 Hari Imbas 2 Pejabat Meninggal Positif Covid-19

Lalu ada seorang mantan karyawan Twitter yang mengaku memahami masalah keamanan Twitter ini dan mengatakan bahwa begitu banyak orang bisa melakukannya. Pada awal tahun 2020 saja, ada lebih dari 1.000 orang yang memiliki akses ke perangkat lunak tersebut, beberapa di antaranya adalah kontraktor seperti Cognizant.

Twitter sendiri menolak berkomentar soal tudingan ini, dan tak menjelaskan apakah jumlah karyawan yang punya akses itu sudah menurun atau malah bertambah. Twitter sendiri saat ini mencari bos keamanan baru, agar bisa meningkatkan keamanan sistemnya, dan melatih karyawan agar tak mudah dimanipulasi.

Dalam pertemuan dengan para investor Twitter, CEO Jack Dorsey mengakui adanya kesalahan dalam hal keamanan Twitter.

Baca Juga:  Gergaji Mobile Buatan SMK Kristen 2 Solo Siap Dipasarkan

“Kami jauh tertinggal, baik dalam perlindungan terhadap serangan social engineering terhadap karyawan ataupun batasan dalam software internal kami,” ujarnya pada para investor.

Tags: , ,