11 Orang Positif Covid-19, Muncul Dari Klaster Kuliner Di Sukoharjo

11 Orang Positif Covid-19, Muncul Dari Klaster Kuliner Di Sukoharjo

Di Kabupate Sukoharjo terdapat salah satu usaha kuliner ayam goreng yang menjadi klaster baru penularan Covid-19.

Jumlah kasus konfirmasi positif Covid-19 dari klaster tersebut mencapai 11 orang dan semuanya menjalani isolasi secara mandiri.

Yunia Wahdiyati -Juru Bicara (Jubir) Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Sukoharjo- menjelaskan bahwa klaster kuliner di Ngadirejo, Kartasura, ini merupakan yang pertama di Sukoharjo.

Awalnya kasus ini muncul pertama dari pemilik usaha warung makan tersebut yang meninggal dunia.

Sebelum meninggal dunia pemilik warung makan tersebut sempat menjalani uji swab dan hasilnya ternyata positif Covid-19.

Pada hari Jumat (2/10/2020) kemarin, Yunia menuturkan, “Hasil swab keluar setelah yang bersangkutan meninggal dunia. Jadi awalnya pasien suspek. Pemulasaran jenazah telah menggunakan protokol Covid-19″.

Baca Juga:  UMK 2021 Serikat Buruh Karanganyar Minta Naik 3%

Kemudian, Gugus Tugas melakukan tracing kontak pasien positif Covid-19 dari klaster kuliner Sukoharjo tersebut.

Tracing yang dilakukan ini menyasar kontak erat baik dari keluarga maupun karyawan yang bekerja pada rumah makan tersebut.

Lalu dari hasil pelacakan dengan uji swab hidung dan tenggorokan melalui metode PCR, hasilnya 11 orang terkonfirmasi positif corona baik keluarga maupun karyawan.

Atas kejadian ini, rumah makan tersebut kini telah tutup sementara waktu guna menekan penyebaran virus Covid-19.

Gugus tugas juga terus melacak pelanggan yang menjadi kontak erat dengan klaster rumah makan ini.

“Kasusnya corona dari klaster kuliner ini belum putus. Kami masih menunggu hasil swab kontak erat lainnya,” ujar Yunia.

Yunia menegaskan bahwa munculnya kasus ini yang menjadi klaster dari bidang usaha kuliner menjadi perhatian besar bagi pihaknya.

Baca Juga:  Hari ini Polisi Gelar Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Yulia

Gugus Tugas pun meminta pengusaha kuliner di Sukoharjo untuk meningkatkan standardisasi protokol kesehatan sebagai langkah antisipasi munculnya klaster kuliner yang lain.

Standar protokol kesehatan yang dimaksud yakni seperti mengatur ruangan dengan menetapkan jarak satu kursi satu dengan lainnya dan menyiapkan sarana prasarana cuci tangan dan menggunakan masker baik baik pelanggan maupun pegawai rumah makan.

“Karyawan rumah makan itu juga harus selalu pakai masker. Tidak boleh lepas,” tambah Yunia.

Yunia juga meminta warga Kabupaten Sukoharjo meningkatkan protokol kesehatan dengan selalu memakai masker saat keluar rumah, menjauhi kerumunan atau menjaga jarak, serta rajin cuci tangan.

Tags: , ,