13 Orang Masuk DPO Kasus Sweeping di Solo

13 Orang Masuk DPO Kasus Sweeping di Solo

Dalam kasus kekerasan yang terjadi pada Februari kemarin, Polresta Solo kini telah menetapkan sebanyak 13 orang dalam daftar pencarian orang (DPO).

Seperti yang diketahui, para pelaku kedapatan telah melakukan serangkaian kekerasan dengan dalih sweeping kegiatan maksiat.

Pada hari Kamis (11/3/2021) kemarin, Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak selaku Kapolresta Solo mengatakan, “Jumlah tersangka terus berkembang, sebagian telah masuk dalam daftar pencarian orang dan kita akan buru terus”.

Untuk informasi, kasus kekerasan tersebut terjadi di dua lokasi, yaitu Sondakan dan Danukusuman.

Diduga, dalam serangkaian kasus kekerasan itu dilakukan oleh kelompok yang sama.

Sementara itu, pada kasus kekerasan yang terjadi di Sondakan, polisi telah menahan sebanyak 6 orang dan menetapkan kesemuanya sebagai tersangka. Dan 8 orang masuk dalam DPO dan kini sedang di buru oleh polisi.

Sedangkan untuk kasus yang terjadi di Danukusuman, polisi telah menahan sebanyak 4 orang. Dalam proses pengembangan, tercatat masih ada 5 orang lain yang diduga terlibat dan saat ini tengah diburu.

Ade Safri menyampaikan bahwa para pelaku melakukan aksinya dengan perencanaan yang cukup matang. Hal ini dibuktikan dari pemerikasaan bahwa mereka telah berbagi tugas.

“Mereka ini punya peran yakni mencari informasi, mengecek lokasi atau mapping, eksekusi dan ada yang memantau situasi”, jelas Ade.

Saat aksi kekerasan tersebut terjadi, para pelaku berkeliling dengan mengendarai motor dan penutup wajah serta membawa senjata tajam dan tongkat.

Di beberapa tempat, kelompok itu melakukan kekerasan dengan merusak warung dan pos kamling. Mereka juga menganiaya warga serta merampas uang.

Diberitakan sebelumnya, satu pelaku yang masuk DPO dalam kasus ini berhasil ditangkap oleh aparat kepolisian.

Dalam pemeriksaan, pelaku mengakui bahwa terlibat dalam kekerasan dan penganiayaan di sebuah Pos Kamling, Danukusuman, Serengan, Solo, pada hari Kamis (11/2/2021) silam.

Pada hari Rabu (3/3/2021) kemarin, Ade mengatakan bahwa DPO yang diamankan tersebut merupakan warga Danukusuman, Serengan, Solo.

Dalam pemeriksaan DPN mengaku memberikan informasi lokasi sasaran sweeping oleh kelompoknya.

Setelah memberikan informasi, rekan-rekan pelaku mendatangi lokasi untuk merusak dan menganiaya.

Tags: , ,