20 Pelaku Usaha Hajatan Di Karanganyar Dipanggil Satpol PP

20 Pelaku Usaha Hajatan Di Karanganyar Dipanggil Satpol PP

Untuk sosialisasi protokol kesehatan, Satuan Polisi Pamong Praja atau Satpol PP Karanganyar akan memanggil 20 pelaku usaha penyelenggaraan hajatan.

Hal tersebut dilakukan lantaran masih banyak temuan pelanggaran protokol kesehatan selama Satpol PP memantau 212 hajatan dalam dua pekan terakhir.

Dalam kurun waktu dua pekan tersebut, Satpol PP Karanganyar menemukan 90 persen penyelenggaraan hajatan masih melanggar protokol kesehatan Covid-19.

Pada hari Minggu (11/10/2020) kemarin, Yophy Eko Jatiwibowo selaku Kepala Satpol PP Karanganyar menyampaikan bahwa berdasarkan hasil pantauan, mayoritas pelanggaran itu terkait jarak kursi dan kapasitas tamu.

Yophi menuturkan, “Pelanggarannya masih sama. Masih ngeyel semua. Khususnya yang hajatannya dalam rumah. Kalau dalam gedung atau hotel, rata-rata sudah patuh”.

Baca Juga:  Akhir Pekan Lalu, Kasus Covid-19 di Solo Cetak Rekor

Pihaknya menjelaskan bahwa untuk penyelenggaraan hajatan dalam hotel, manajemen hotel harus ikut berkontribusi mengatur dan mengawasi protokol kesehatan.

Rencananya pada hari Senin (12/10/2020) ini, Satpol PP Karanganyar akan mengundang sekitar 20 perwakilan pelaku usaha yang terkait dengan hajatan untuk memberikan edukasi.

“Nanti mereka kami beri sosialisasi pentingnya protokol kesehatan. Ada jasa katering, sound system, kajang, dan kursi, dan lainnya. Mereka nanti akan kami jadikan agen sosialisasi juga untuk memberi tahu tuan rumah hajatan yang menyewa jasa mereka agar patuh protokol kesehatan,” tambahnya.

Sosialisasi ini dilakukan agar seluruh usaha jasa sektor hajatan bisa terus berjalan selama massa pandemi Covid-19. Pasalnya, bila tidak ada kontrol, Satpol PP Karanganyar khawatir bakal bermunculan klaster hajatan yang berujung pelarangan warga menggelar hajatan.

Baca Juga:  Angka Covid-19 Solo Muncul 8 Kasus Baru

“Kami melakukan ini agar sama-sama enaknya. Hajatan lancar, pelaku usahanya bisa bergerak roda ekonominya. Mumpung boleh, lebih baik mematuhi aturan protokol kesehatan demi kebaikan bersama,” tandasnya.

Tags: , ,