3 Kasus Kejahatan Menonjol di Solo pada 2020, Apa Saja?

3 Kasus Kejahatan Menonjol di Solo pada 2020, Apa Saja?

Kapolresta Solo Kombes Pol Ade Safri Simanjutak menyebut bahwa angka kejahatan selama tahun 2020 mengalami penurunan jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Tetapi, ada beberapa kejahatan yang dianggap menonjol. Yakni seperti kasus kekerasan dari kelompok intoleran hingga aksi penembakan mobil milik seorang bos perusahaan tekstil.

Pada hari Rabu (30/12/2020) kemarin, Ade Safri Simanjutak mengatakan, “Kejahatan tahun ini turun 10,05 persen dibanding tahun sebelumnya”.

Sepanjang tahun 2020 ini tercatat terjadi sebanyak 707 kasus kriminal di wilayah Kota Solo, turun sebanyak 79 kasus dibanding pada tahun sebelumnya.

Dari sekian jumlah kasus kejahatan tersebut, sebanyak 474 kasus atau 67 persen diantaranya sudah berlanjut ke proses hukum selanjutnya.

Jumlah tersebut sudah melampaui target, dimana di tiap tahun pihaknya menargetkan penyelesaian kasus yang masuk sebesar 60 persen.

Baca Juga:  Upacara Pembukaan Pospenas IX 2022 Solo di Stadion Manahan Berlangsung Meriah

Kasus penyalahgunaan narkoba merupakan kejahatan paling banyak terjadi. Kasus ini tercatat sebanyak 137 kasus.

Kemudian kasus penipuan dengan jumlah yang tercatat sebanyak 122 kasus.

Pada posisi ketiga terdapat kasus kejahatan dalam bentuk pencurian, yang tercatat sebanyak 103 kasus.

Kapolresta juga menyebut bahwa ada beberapa kasus kejahatan yang menonjol yang terjadi selama 2020 ini.

Mengenai kasus-kasus yang dianggap menonjol, diantaranya seperti kekerasan yang dilakukan oleh kelompok intoleran yang terjadi di Kampung Mertodranan pada bulan Agustus lalu.

Seperti yang diketahui, peristiwa ini menarik perhatian banyak pihak.

Kapolresta menyebut kasus Mertodranan sudah masuk persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Semarang. Namun, ia memastikan kasus Mertodranan terus dikembangkan.

Baca Juga:  Upacara Pembukaan Pospenas IX 2022 Solo di Stadion Manahan Berlangsung Meriah

Aksi penembakan mobil bos pabrik tekstil di awal bulan Desember kemarin juga menjadi kasus kejahatan yang menonjol.

Dalam penyelidikan lanjutan, diketahui bahwa aksi tersebut diduga didasari dengan masalah utang piutang.

Saat ini kasus dengan jeratan pasal percobaan pembunuhan itu masih dalam tahap penyidikan dengan tersangka tunggal.

Menjelang akhir tahun ini, puluhan orang menggeruduk sebuah kantor Bank Perkreditan Rakyat yang berada di kawasan Tipes.

Dalam kasus ini polisi sudah menetapkan 37 orang sebagai tersangka. Dari 37 tersangka, tiga diantaranya merupakan aktor penggerak lapangan.

Tags: , ,