33 Bulan Tak Dibayar, Cawali Solo Bagyo Wahyono Nunggak Tagihan PDAM Rp 25 Juta

33 Bulan Tak Dibayar, Cawali Solo Bagyo Wahyono Nunggak Tagihan PDAM Rp 25 Juta

Bagyo Wahyono, Calon Walikota Solo dari jalur independen, dikabarkan menunggak tagihan PDAM hingga Rp 25 juta.

Angka tersebut itu didapat dari dua nomor pelanggan atas nama Bagyo dan istrinya.

Jumlah tunggakan tersebut merupakan akumulasi penggunaan air selama berbulan-bulan, selain itu ditambah denda dan sanksi.

Bayu Tunggul Pamilih selaku Kepala Seksi Penertiban Perumda Toya Wening menyampaikan bahwa pihaknya sudah menyampaikan surat tagihan itu kepada yang bersangkutan.

Pada hari Selasa (27/10/2020) lalu, Bayu menuturkan, “Saat tagihan menunggak selama tiga bulan itu, kami sudah berkirim surat agar segera dibayar dengan ancaman ditutup sementara. Kemudian saat bulan ke-4, kami kirim surat lagi setiap saat sewaktu-waktu bisa ditutup total”.

Bayu juga menambahkan bahwa saat tagihannya besar, Perumda sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) sudah memiliki nota kesepahaman dengan Kejaksaan sebagai pengacara negara.

Tagihan di atas Rp 10 juta bisa ditagih melalui mekanisme Kejaksaan. Namun, saat ini sudah ada 88 pelanggan dengan tunggakan di atas Rp 10 juta yang dipanggil kejaksaan.

Baca Juga:  Gibran: Warga Banyak Berasumsi, Target Saya Menang 92 Persen

Bayu menerangkan, “Ini untuk pelanggan yang alirannya sudah diputus tapi tidak segera membayar tunggakan. Tunggakan atas aliran yang diputus melekat di lokasi, siapapun yang menempati dia yang bertanggung jawab. Kejaksaan bisa menjadi mediator atau penengah, hingga menagih paksa”.

Ia menjelaskan bahwa Bagyo Wahyono dan istrinya menunggak tagihan PDAM selama 33 bulan dari 2017-2019.

Kedua tunggakan tersebut diakumulasikan mengingat berada di lokasi atau alamat yang sama.

“Lokasi pelanggan atas nama istrinya itu lebih dulu dibanding Pak Bagyo. Nah, aliran PDAM atas nama istrinya ditutup total karena tidak membayar tagihan hingga tunggakannya sekitar Rp 14 juta. Karena sudah ditutup total, Pak Bagyo melakukan permohonan pemasangan lagi atas nama dirinya. Kami kelolosan. Karena sebenarnya tidak boleh seperti itu”, jelasnya.

Lalu setelah ketahuan tunggakan tagihan PDAM atas nama sang istri belum lunas, maka aliran air milik Bagyo Wahyono pun ditutup.

Baca Juga:  FX Rudy Ingatkan Gibran Untuk Pertajam Data soal Stunting di Jelang Debat Kedua

“Lalu ketahuan, ada tagihan dari istrinya yang tidak terbayar, makanya aliran kami tutup lagi. Ada sanksi bagi bekas pelanggan yang menyalur kembali tanpa melunasi tagihan sebelumnya. Bilangnya pisah rumah, padahal masih jadi satu. Makanya tagihan kemudian diakumulasikan dengan total Rp 25 juta,” tambahnya.

Sementara itu, Agustan selaku Direktur Utama Perumda Toya Wening mengaku bahwa sudah mendapatkan laporan tersebut.

Menurutnya, informasi tagihan atau tunggakan pelanggan bisa diakses siapapun. Setiap orang bisa mengecek tagihannya dengan menghubungi customer service.

Agustan mengatakan, “Sebenarnya ini bukan informasi yang dikecualikan UU KIP, atau UU 14/2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik, asal misalnya orang atas nama ini alamat ini maka customer service atau call center kami bisa memberikan informasi”.

Tags: , ,