5 Polsek di Solo Tak Lagi Miliki Kewenangan Penyidikan

5 Polsek di Solo Tak Lagi Miliki Kewenangan Penyidikan

Lima kepolisian sektor (polsek) di wilayah hukum Polres Kota Surakarta, tidak dapat lagi melakukan penyidikan terhadap para pelaku kejahatan di Solo.

Pasalnya, 5 polsek tersebut seluruhnya masuk dalam daftar 1.062 polsek se-Indonesia yang tidak bisa melakukan penyidikan.

Lima polsek tersebut yakni, Laweyan, Banjarsari, Pasal Kliwon, Serengan, dan Jebres.

Kebijakan tersebut berdasarkan Surat Keputusan Kapolri Nomor: Kep/613/III/2021 tentang Penunjukan Kepolisian Sektor Hanya Untuk Pemeliharaan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat Pada Daerah Tertentu (Tidak Melakukan Penyidikan), per tanggal 23 Maret 2021 yang ditandatangani langsung Kapolri yakni Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Menurut Wakapolresta Solo, AKBP Deny Heriyanto, polsek tersebut akan fokus pada pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (harkamtibmas). Keputusan itu merupakan tindak lanjut program prioritas Kapolri.

Baca Juga:  Kaesang Janjikan Bintang Piala Menpora Untuk Persis Solo

Deny mengatakan, “Untuk laporan polisi masih bisa dilakukan di polsek, tapi sebatas melakukan penyelidikan”.

“Polsek hanya menangani mediasi kasus-kasus kategori ringan, misalnya penganiayaan dan penghinaan ringan. Kasus pencurian dan kejahatan lainnya akan tetap ditangani polres”, imbuhnya.

Jika laporan tersebut membutuhkan penanganan lebih lanjut, kasus akan dilimpahkan ke Polresta Solo.

Deny menyebut bahwa polsek hanya akan menangani kasus-kasus yang bisa diselesaikan secara kekeluargaan.

“Mengedepankan restorative justice,” tuturnya.

Jika kasus tindak pidana ada yang dirugikan dan bisa sampai ke pengadilan, akan diambil alih oleh Polresta Surakarta.

Namun, program tersebut masih menunggu keputusan dan petunjuk dari Kapolri untuk penentuan kapan pelaksanaannya.

“Untuk pelaksanaannya kami masih menunggu kebijakan atau petunjuk baru”, kata Deny.

Tags: , , ,