52 Ribu Lebih Kasus Corona Dalam Sehari, AS Cetak Rekor Baru

AS Cetak Rekor Baru Kasus Covid 19

Amerika Serikat terus mencatat jumlah kasus baru infeksi virus Corona yang sangat signifikan. Dalam waktu 24 jam terakhir, negara adidaya itu mencatat rekor lebih dari 52 ribu kasus baru infeksi Corona.
Demikian data penghitungan yang disampaikan Johns Hopkins University (JHU) seperti dilansir kantor berita AFP, Kamis (2/7/2020). Angka ini merupakan rekor baru harian seiring melonjaknya kasus-kasus infeksi Corona di seluruh negeri itu.

Menurut data penghitungan JHU, hingga Rabu (1/7) pukul 20.30 waktu setempat, AS mencatat 52.898 kasus baru dalam sehari. Dengan demikian, total jumlah kasus Corona di negeri itu kini mencapai 2.682.270 kasus.
Universitas juga mencatat 706 kematian terkait COVID-19 dalam waktu 24 jam terakhir, sehingga menjadikan total korban jiwa menjadi 128.028 orang.

Baca Juga:  Dalam Sepekan, Sukoharjo Catat 6 Kasus Kematian Pasien Positif Covid-19

Jumlah kasus-kasus baru harian telah mencapai sekitar 40.000 dalam beberapa hari terakhir, dengan Johns Hopkins mencatat 42.528 kasus baru Corona sehari sebelumnya.

Jumlah pasien rawat inap juga meningkat di beberapa kota, termasuk Houston, Texas dan Phoenix, Arizona.

Pada hari Rabu (1/7) waktu setempat, Texas memecahkan rekor hariannya dan melaporkan 8.076 kasus baru COVID-19, hampir 1.000 kasus lebih banyak dari hari sebelumnya.

Lonjakan kasus-kasus Corona ini telah menyebabkan sejumlah negara bagian AS menghentikan pembukaan kembali wilayah mereka. California pada hari Rabu (1/7) melarang makan di dalam ruangan di restoran-restoran di di Los Angeles. Layanan di bar, bioskop dan museum juga dilarang selama setidaknya tiga minggu.

Gubernur Michigan juga menutup bar-bar di bagian utara negara bagian itu, sementara Oregon dan Pennsylvania telah mengikuti langkah negara-negara bagian lain yang mewajibkan pemakaian masker, satu hal yang sangat dipolitisasi di negara itu.

Baca Juga:  Nakes Puskesmas Manisrenggo Klaten Positif Covid-19

“Selama musim perjalanan yang ramai, tidak adanya respons nasional yang kuat, termasuk kewajiban masker nasional, akan terus mengancam kelayakan ekonomi kita dan kemampuan sekolah-sekolah kita untuk buka kembali pada musim gugur,” kata David Rubin, direktur PolicyLab. , sebuah pusat penelitian di Rumah Sakit Anak Philadelphia, Pennsylvania.

Presiden Donald Trump, yang belum terlihat di depan umum mengenakan masker selama pandemi virus Corona, mengatakan pada hari Rabu (1/7) bahwa ia “tidak memiliki masalah” untuk melakukan hal itu, sambil menegaskan kembali keyakinannya bahwa penularan virus Corona akan “menghilang”.

Tags: , , ,