80 Pedagang Pasar Sidoharjo Terkonfirmasi Positif Covid-19

80 Pedagang Pasar Sidoharjo Terkonfirmasi Positif Covid-19

Hingga hari Rabu (18/11/2020) kemarin, secara kumulatif terdapat 80 pedagang di Pasar Sidoharjo Wonogiri terkonfirmasi positif Covid-19.

Hal tersebut membuat klaster persebaran Covid-19 di pasar tersebut terus meningkat.

Menurut data dari berbagai sumber, klaster tersebut bermula dari adanya tujuh pedagang di Pasar Sidoharjo yang dinyatakan positif Covid-19.

Hal tersebut menyebabkan pasar ditutup sementara selama tiga hari, mulai dari Selasa (10/11/2020) hingga Kamis (12/11/2020).

Saat pasar ditutup untuk sementara, seluruh pedagang menjalani tes swab. Tercatat ada sebanyak 908 pedagang yang menjalani tes swab.

Sarosa selaku Camat Sidoharjo menjelaskan bahwa hasil tes swab pedagang pasar tidak keluar secara bersamaan dan pengambilan sampel swab juga dilaksanakan beberapa hari.

Pada tes pertama, pedagang yang menjalani tes swab sebanyak 163 orang. Hasil tes pada hari pertama tersebut semua dinyatakan negatif.

Pada hari Rabu (18/11/2020), Sarosa mengatakan, “Hasil tes hari selanjutnya ditemukan tambahan pedagang yang terkonfirmasi positif. Kalau yang hari pertama justru hasilnya negatif semua”.

Baca Juga:  Tahun 2021, Sekolah-Sekolah di Karangayar Siap PTM

Dengan masih berkembangnya kasus positif di Pasar Sidoharjo, menurutnya Forkompincam Sidoharjo dan pihak Puskesmas Sidoharjo telah melakukan tracing.

Tidak hanya itu, Satgas Sidoharjo juga masih tetap memberi edukasi dan imbauan meskipun Pasar Sidoharjo sudah dibuka kembali pada pekan lalu.

Camat Sidoharjo itu juga menambahkan bahwa mulai hari Kamis (19/11/2020), ada tim khusus yang mengawasi aktivitas di pasar tersebut.

Hal itu dilakukan agar protokol kesehatan bisa diterapkan secara ketat.

“Jumlah pintu di pasar yang saat ini berjumlah tujuh akan kami kurangi operasionalnya menjadi lima pintu. Hal itu untuk mempermudah pengawasan tim,” ucapnya.

Sorasa juga menyampaikan, meskipun ada penambahan Pasar Sidoharjo tidak ditutup lagi.

Saat pasar dibuka, pedagang yang boleh berjualan di pasar hanya pedagang yang hasil tes swab-nya sudah keluar dan dinyatakan negatif Covid-19. Sementara pedagang yang terkonfirmasi positif Covid-19 tidak boleh berdagang dan menjalani isolasi mandiri.

Baca Juga:  Jika Terpilih Nanti, Bajo Janjikan Bangun Kereta Bawah Tanah, Jalan Layang, Hingga Rusun

Sarosa menuturkan, “Ada pedagang yang terpapar Covid-19. Anaknya justru berjualan di pasar. Seharusnya ikut menjalani isolasi mandiri. Kemudian kami edukasi dan kedua anaknya dites swab. Saat ini sudah menjalani isolasi mandiri. Jadi kami perketat betul”.

Sementara itu, Adhi Dharma selaku Kepala Dinas Kesehatan Wonogiri menyampaikan, bahwa dalam penanganan klaster Pasar Sidoharjo diperlukan upaya tracing dan testing yang cepat agar mata rantai persebaran Covid-19 bisa segera terputus.

Ia menjelaskan, “Kami lakukan strategi gas dan rem. Kami gas pertumbuhan ekonominya dengan tetap membuka pasar. Kemudian kami rem agar mata rantai cepat terputus, dengan cara melakukan tracing dan testing yang cepat. Lini ketiga tracing akan kami lakukan”.

Tags: , ,