96 Pedagang di Pasar Bantul Reaktif Covid-19

Dinas Perdagangan dan Dinas Kesehatan menggelar rapid test yang diikuti oleh 7.441 pedagang pasar di 44 pasar tradisional di Kabupaten Bantul. Hasilnya 96 pedagang di antaranya dinyatakan reaktif Covid-19. Pedagang yang reaktif langsung menjalani uji swab, agar cepat diketahui hasilnya. Menurut Plt Kepala Seksi Pengendalian Penyakit Menular Dinas Kesehatan Bantul, Budi Nur Rokhmah, banyak pedagang yang enggan mengikuti rapid test. Alasannya, takut dikucilkan bila hasilnya reaktif atau bahkan positif Covid-19, sehingga target pedagang yang disasar rapid test tak tercapai.

Dari target 8.852 pedagang pasar yang disasar, hanya 7.441 pedagang pasar yang mengikuti rapid test, sehingga masih ada 1.141 pedagang pasar yang belum atau enggan mengikuti rapid test. “Dari 7.441 pedagang yang ikut rapid test, sebanyak 96 pedagang dinyatakan reaktif dan langsung ditindaklanjuti dengan uji swab. Jadi memang belum sesuai dengan target,” jelas Budi Nur Rokhmah.

Baca Juga:  Perjalanan Satu Tahun Pemerintahan Jokowi-Ma'ruf Amin

Dari pedagang yang reaktif tersebut, lanjut dia, setelah dilakukan uji swab akhirnya muncul sejumlah pedagang yang dinyatakan positif Covid-19. “Dari jumlah itu, setelah kami uji swab ada yang positif,” katanya lagi.

Para pedagang sudah dihimbau melalui lurah pasar, agar pedagang mau ikut namun saja tetap ada yang tidak datang bahkan tidak berdagang atau pulang lebih pagi sebelum rapid test digelar.”Kami tidak bisa memaksa pedagang mengikuti rapid test, karena tidak ada payung hukumnya,” ungkap Sutrisna Dwi Susanta, Kepala Dinas Perdagangan, Kabupaten Bantul.

Tags: , ,