Akhir Pekan Lalu, Kasus Covid-19 di Solo Cetak Rekor

Akhir pekan kemarin, Covid-19 di Solo cetat rekor. Tercatat sebanyak 59 kasus baru terkonfirmasi positif.

Akhir pekan kemarin, Covid-19 di Solo cetat rekor. Tercatat sebanyak 59 kasus baru terkonfirmasi positif dan satu klaster penularan.

Tambahan puluhan kasus itu merupakan rekor tertinggi penambahan jumlah kasus positif corona Kota Solo sejak Maret lalu.

Dengan tambahan tersebut, angka kumulatif jumlah kasus positif Covid-19 kini menyentuh 957 orang.

Siti Wahyuningsih -Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo- menjelaskan bahwa tambahan itu dari klaster perkantoran swasta dan keluarga.

Rinciannya yakni meliputi dua kasus dari uji swab mandiri, tujuh dari pasien suspek yang naik kelas jadi kasus konfirmasi. Lalu dua dari screening warga risiko tinggi dan 36 kasus dari tracing kontak 18 induk kasus.

Klaster kasus Covid-19 perkantoran swasta muncul dari Kelurahan Tipes, Kecamatan Serengan, Solo.

Sebanyak 13 orang menambah daftar panjang penularan Covid-19 dari lingkup perkantoran tersebut.

Pada hari Minggu (18/10/2020) Ning sapaan akrab Kepala DKK Solo itu, menuturkan, “Ke-13 orang itu rumahnya menyebar dalam Kota Solo. Kami nantinya juga lanjut tracing kontak belasan kasus itu. Kami harap bisa menekan persebaran mengingat tracing yang berlapis. Tambahan ini menjadi yang terbanyak sejak status Kejadian Luar Biasa (KLB) ditetapkan Pemkot Solo”.

Sementara itu, tambahan lain yang menonjol berasal dari klaster keluarga Kelurahan Bumi dan Kelurahan Penumping. Jumlah kasus dari klaster keluarga Bumi berjumlah sembilan orang dari 14 orang yang uji swab.

Kelurahan Bumi, Solo, cukup banyak karena mereka sempat menggelar acara keluarga yang melibatkan anggota keluarga dan rekan.

Klaster keluarga dari Penumping berjumlah lima orang yang dua dari antara mereka adalah remaja berumur 14 tahun dan 17 tahun.

Mengenai domisili kasus baru yang muncul pada akhir pekan itu masing-masing seorang dari Pajang, Purwosari, Jajar, Serengan, Joyosuran, Mojo, Jebres, Manahan, dan Kadipiro. Masing-masing dua orang dari Sondakan, Panularan, Baluwarti, Gilingan dan Kadipiro.

Dan tiga dari Danukusuman, masing-masing lima orang dari dari Penumping dan Nusukan, dan sembilan dari Bumi.

Tags: , ,