Akibat Perwali, Tingkat Kunjungan Mal di Solo Turun Drastis

Seiring beredarnya Surat Edaran (SE) terakit Peraturan Wali Kota (Perwali) Solo Nomor 24 Tahun 2020 yang melarang anak-anak yang berusia dibawa 15 tahun, ibu hamil serta  orang lanjut usia ke pusat pembelanjaan berimbas pada tingkat kunjungan yang turun hingga mencapai 50 persen.

Sebelumnya SE terkait Pedoman Teknis Pelaksanaan Penanganan Covid-19 di  Kota Solo dikeluarkan oleh Pemkot  Solo yang kemudian diperpanjang sejak masa pandemi. Marketing Communication Solo Paragon Lifestyle Mall, Veronica Lahji, mengatakan angka kunjungan ke mal menunjukan stagnan dan bahkan cenderung turun setelah sebelumnya sempat naik trennya beberapa bulan yang lalu. Menurutnya penurunan jumlah pengunjung mal mencapai 50 persen.

“Biasanya pengunjung kami saat hari biasa sebanyak 8.000-an dan akhir pekan 12.000-an. Sekarang ini weekdays 4.000 dan weekend 6.000-an,” ujarnya, kepada media, Kamis (10/09/2020).

Veronica juga menjelaskan manajemen mal melalui Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Solo sudah mengajukan surat ke Wali Kota Solo. Bahkan pihaknya telah beraudiensi dengan Tim Gugus Tugas, Dinas Perdagangan dan Dinas Kesehatan. Namun demikian, pembatasan usia atau golongan tertentu yang diperbolehkan untuk masuk ke pusat pembelanjaan modern tetap diterapkan.

Baca Juga:  Cegah Covid-19, Guru, Staff dan Siswa Sekolah Jalani Rapid Test Sebelum dan Sesudah PTM

Demi menaati peraturan tersebut, teknisnya ada pengecekan di sejumlah pintu masuk ke mal. Meskipun begitu, petugas keamanan tak sampai mengecek identitas yang menunjukan pengunjung memang sesuai  kategori umur yang diperbolehkan masuk. Namun tak dapat dipungkiri, regulasi ini berimbas pada penurunan mal di Solo

“Kalau kami nilai dia di bawah umur yang tidak diperbolehkan masuk, ya kami larang. Ini juga berlaku bagi lansia dan ibu hamil. Akan tetapi, kami memberikan kelonggaran, mereka boleh di area foodwalk saja, tapi tidak masuk mal,” imbuhnya.

Hal yang sama disampaikan oleh Public Relations (PR) Solo Grand Mall (SGM), Ni Wayan Ratrina. Menurutnya, trafik malnya tertolong dengan masih banyaknya pengunjung jajanan kuliner di area Food Court.

“Food Court masih jadi unggulan meski tidak seramai seperti sebelumnya. Apalagi sekarang ini masih berlaku pembatasan umur 15 tahun ke bawah, lansia, dan ibu hamil. Larangan ini sangat memengaruhi jumlah pengunjung,” paparnya.

Baca Juga:  UMK 2021 Serikat Buruh Karanganyar Minta Naik 3%

Dirinya menambahkan kondisi ini membuat tren pengunjung menurun jika dibandingkan bulan-bulan sebelumnya di masa pandemi. Padahal biasanya jika ada long weekend seperti beberapa pekan lalu, SGM selalu kebanjiran pengunjung.

Sebagai bentuk solusi, manajemen membuat ruang tunggu  di luar lobi depan mal. Tempat ini difungsikan bagi mereka yang memang tidak boleh masuk, sedangkan ada anggota keluarga yang mendampingi  memiliki kepentingan untuk masuk ke mal

Wanita yang akrab disapa Ina itu juga menunjukan angka kunjungan hanya sekitar 10 ribu saja padahal kalau akhir pekan bisa lebih dari itu.

Pihaknya berharap regulasi tersebut bisa dikaji ulang. Masalahnya, larangan usia tertentu ke mal itu hanya berlaku di Solo. Sementara di pusat perbelanjaan di luar Solo, semua warga boleh masuk alias tidak ada larangan.

“Segmen mal kan kebanyakan untuk keluarga. Jadi kalau anak enggak boleh masuk, ya orang tuanya gak ikut masuk,” katanya.

Tags: , ,