Aksi Klitih di Yogya Kembali Makan Korban

Aksi Klitih di Yogya Kembali Makan Korban

Pada hari Rabu (14/4/2021) lalu, aksi kejahatan jalanan atau klitih kembali terjadi di Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY)

Seorang remaja berinisial K (15) menjadi korban dalam peristiwa tersebut.

Melansir detikcom hari Senin (19/4/2021), Kompol Dwi Tavianto selaku Kapolsek Kotagede mengatakan, “Kejadiannya setelah subuhan pukul 06.00 WIB. Kebetulan korban bersama rombongan temannya hanya bermain di lokasi tersebut. Beberapa saat kemudian datanglah rombongan lain”.

Dwi menjelaskan bahwa peristiwa tersebut terjadi di depan Rumah Sakit Khusus Ibu dan Anak (RSKIA) Permata Bunda, Jalan Ngeksigondo, Kelurahan Prenggan, Kecamatan Kotagede, Kota Yogyakarta.

Saat korban bersama teman-temannya sedang bermain di lokasi itu, tiba-tiba rombongan pelaku berinisial D (14) melintas dan terjadilah aksi pengeroyokan tersebut.

Saat itu D yang diketahui membawa sebongkah batu langsung melemparnya ke arah rombongan korban dan mengenai wajah K.

Dwi menyampaikan, “Dari pengakuan pelaku, dia yang sengaja melempar batu ke arah korban. Dia sengaja melempar karena melihat ada gerombolan anak remaja dan melempar batu secara spontan”.

Sementara itu, dari keterangan saksi dan pelaku, mereka tak berniat untuk berkelahi. Rekan-rekan pelaku bahkan juga mengaku tak tahu jika D sudah membawa batu sejak awal.

Kapolsek menegaskan, “Jadi ini bukan karena masalah geng atau balas dendam. Pelaku ini mengaku spontan melakukan dan memang terlihat bermasalah saat diperiksa’.

Pihak kepolisian pun kini tengah mendalami pemeriksaan terhadap saksi-saksi dan keterangan saksi yang merupakan teman-teman pelaku.

Akibat kejadian itu, korban K mengalami luka berat di wajah dan saat ini masih dirawat di RS Dr Hardjolukito.

Setelah ditangkap, pelaku sempat tidak mengakui perbuatannya.

“Awalnya mereka tak mau mengaku mengapa sampai terjadi insiden tersebut. Namun saat menginterogasi pelaku D, muncul pengakuan”, ungkap Dwi.

Atas perbuatannya, kini D dijerat dengan Pasal 351 KUHP tentang Penganiayaan dengan ancaman hukuman maksimal lima tahun penjara.

Saat ini pelaku juga tidak ditahan lantaran ancaman hukumannya yang tak melebihi tujuh tahun penjara.

“Tapi karena pelaku D yang masih di bawah umur mengikuti proses Pengadilan Anak”, ungkap Kapolsek.

Tags: , ,