Akun @videlyae Penyebar Hoax Omnibus Law Juga Terancam Pasal Keonaran

Akun @videlyae Penyebar Hoax Omnibus Law Juga Terancam Pasal Keonaran

Seperti yang telah diberitakan sebelumnya, pada hari Kamis, 8 Oktober 2020 kemarin. Polisi telah menangkap seorang wanita berinisial VE di Makassar.

VE diduga menyebar berita bohong atau hoax UU Cipta Kerja. Akibat ulahnya, kini VE terancam hukuman 10 tahun penjara.

Pada hari Jumat (9/10/2020), Irjen Argo Yuwono -Kepala Divisi Humas Polri- mengatakan, “Motifnya, yang bersangkutan merasa kecewa karena dia tidak bekerja, karena (itu) dia membuat hoax tersebut,”

Dalam penangkapan tersebut, polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti, seperti SIM card dan tangkapan layar posting-an di akun @videlyae.

Argo menjelaskan, “Yang bersangkutan menyebarkan berita bohong di akun Twitternya yang menyebabkan ada keonaran. Kemudian barang bukti yang diamankan ada SIM card, handphone, beberapa capture dari handphone-nya”.

Baca Juga:  Sri Mulyani: Omnibus Law Dapat Gerakkan Investasi

Pemilik akun @videlyae diduga menyebarkan hoax 12 pasal UU Cipta Kerja yang membuat masyarakat terprovokasi.

“Ini ada di sini, ini 12 pasal itu yang disebarkan yang di mana pasal-pasal itu adalah contohnya uang pesangon dihilangkan, kemudian UMP-UMK dihapus gitu ya, kemudian semua cuti tidak ada kompensasi dan lain-lain. Itu ada 12 gitu ya. Itu sudah beredar sehingga masyarakat itu terprovokasi, kemudian masyarakat melihat bahwa kok seperti ini?” tambahnya.

Argo juga menuturkan, “Tapi, setelah kita melihat bahwa dari undang-undang tersebut, ternyata ini adalah hoax dia karena tidak benar seperti apa yang telah disahkan oleh DPR”.

Argo kemudian menjelaskan VE dijerat Pasal 14 ayat 1 dan 2 dan/atau Pasal 15 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana.

Tags: , ,