Alun-Alun Giri Krida Bakti Wonogiri Segera Dibuka, PKL Harus Tes Swab

Alun-Alun Giri Krida Bakti Wonogiri Segera Dibuka, PKL Harus Tes Swab

Alun-alun Giri Krida Bakti akan dibuka oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wonogiri. Namun, guna memastikan semuanya berjalan lancar, PKL akan dites swab lebih dulu.

Edy Santosa selaku Pelaksana tugas (Plt) Bupati Wonogiri mengatakan, “Sebelumnya (tes swab PKL) sudah dikaji tim Satgas Covid-19 dan kami rapatkan bersama paguyuban pedagang. Ini wujud komitmen kami memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Wonogiri”.

Tes swab tersebut dimaksudkan sebagai jaminan kepada masyarakat bahwa PKL benar-benar sehat.

Hanya pedagang yang negatif Covid-19 yang diizinkan berdagang di alun-alun dan mereka juga harus disiplin protokol kesehatan dan menjadi contoh publik.

Edy menambahkan, “Ketika hasil swab (PKL) negatif semua, mereka ini yang boleh berdagang. Hasilnya mungkin keluar tiga hari, tergantung antrean di laboratorium”.

Menurutnya, hasil uji swab bakal menjadi rekomendasi satgas kepada pemkab terkait rencana pembukaan aktivitas di alun-alun tersebut.

Untuk informasi, sejak bulan Maret lalu tempat publik tersebut ditutup. Tak hanya PKL, warga juga diminta tidak berkerumun di lokasi yang dimaksud.

Baca Juga:  September-Oktober, Kasus Anak Positif Covid-19 Solo Naik Drastis

Pengawasan protokol kesehatan PKL di alun-alun akan diawasi Satgas Covid-19 dibantu tim pemantau dari pihak PKL.

Edy menjelaskan, “Mereka (paguyuban PKL) membuat delapan sektor pemantauan. Kami juga bangun kebersamaan. Nantinya apabila terjadi dampak yang tidak diinginkan, sudah ada data yang kami pegang. Siapa yang berjualan, spot-spot-nya di mana”.

Sementara itu, Wahyu Widayati -Kepala Dinas Koperasi UKM dan Perindustrian dan Perdagangan Wonogiri- menyampaikan bahwa hasil rapat bersama Satgas Covid-19 dan paguyuban PKL, jumlah pedagang di alun-alun akan dibatasi.

Maksimal hanya 30 persen dengan waktu berdagang bergantian sesuai jadwal yang diatur paguyuban.

Karena dikhawatirkan terjadi penularan Covid-19 lewat alat permainan yang dipegang banyak anak, untuk wahana permainan anak belum diizinkan buka.

Wahyu menjelaskan, “Aturannya memang banyak. Yang jelas, itu adalah wujud penerapan protokol kesehatan. Kami akan melakukan pengukuran (jarak lapak) terlebih dahulu. Jam buka juga diatur. Ini demi PKL dan masyarakat. Kami sarankan, ketika membeli makanan di sana (alun-alun), dibungkus saja biar tidak berkerumun”.

Baca Juga:  Dianggap Ampuh Obati Pasien Covid-19, PMI Solo Komitmen Sediakan Plasma Penyintas

Terkait kapan tepatnya tempat tersebut akan dibuka untuk umum, Wahyu menjelaskan sempat ada rencana pada akhir pekan ini. Namun, masih menunggu hasil swab PKL keluar.

Di sisi lain, Bakti Supriono -Ketua Paguyuban PKL Alun-Alun Giri Krida Bakti- menyampaikan bahwa anggotanya yang di-swab kemarin sebanyak 67 orang. Sisanya sebanyak 43 pedagang belum dites swab.

Tes swab itu adalah salah satu syarat bagi PKL sebelum berjualan lagi di alun-alun.

“Tergantung kami, kalau syaratnya bisa kami penuhi, (lapak di alun-alun) bisa dibuka lagi. Kalau kami tidak bisa menjalankan (protokol kesehatan), ya belum bisa dibuka,” tambahnya.

Tags: , ,