Andi Irfan Jaya Diperiksa Terkait Kasus Djoko Tjandra

Andi Irfan Jaya Diperiksa Terkait Kasus Djoko Tjandra

Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung selesai melakukan pemeriksaan terhadap tersangka Andi Irfan Jaya (AIJ). Tersangka Andi sempat menjalani pemeriksaan selama beberapa jam di Gedung KPK Merah Putih, Jalan Kuningan Persada, Kuningan, Jakarta Selatan.

Yang bersangkutan diduga terlibat dalam kasus perkara dugaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) terpidana Djoko Soegiarto Tjandra alias Djoko Tjandra dan kawan-kawan.

Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung Hari Setiyono dalam keterangannya mengatakan, penyidik mendalami peran tersangka Andi Irfan Jaya dalam kasus korupsi penerimaan gratifikasi pegawai negeri terkait pengurusan fatwa hukum Djoko Tjandra ke Mahkamah Agung (MA).

Andi diduga berperan sebagai pihak perantara suap atau yang memberikan uang dari Djoko Tjandra kepada tersangka Jaksa Pinangki Sirna Malasari (PSM).

“Djoko Tjandra memerintahkan adik iparnya Herriyadi Angga Kusuma (sekarang almarhum) saat itu untuk memberikan uang kepada terdakwa Pinangki melalui perantaraan Andi Irfan Jaya di Jakarta sebesar 500 ribu dolar AS (USD) sebagai uang muka. Selanjutnya Andi Irfan memberikan uang sebesar 500 ribu dolar AS (USD) tersebut kepada Jaksa Pinangki,” kata Hari Setiyono dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (18/9/2020).

Kasus ini berawal pada November 2019, Jaksa Pinangki yang saat itu masih aktif Kejaksaan Agung bersama dengan pengacara Anita Kolopaking dan Andi Irfan Jaya bertemu dengan Djoko Soegiarto Tjandra yang merupakan buronan terpidana kasus korupsi cessie Bank Bali di kantornya di The Exchange 106 Lingkaran TrX Kuala Lumpur, Malaysia.

Djoko kemudian meminta bantuan Pinangki dan Anita untuk membantu pengurusan fatwa ke Mahkamah Agung RI melalui Kejaksaan Agung. Permintaan itu dengan tujuan agar pidana terhadap Djoko berdasarkan Putusan PK Nomor:12 PK/ Pid.Sus/2009 tanggal 11 Juni 2009 tidak dapat dieksekusi sehingga Djoko dapat kembali ke Indonesia tanpa harus menjalani hukuman.

Djoko Tjandra kemudian bersedia menyediakan imbalan berupa uang tunai sebesar 1 juta Dolar Amerika (USD) untuk Pinangki terkait pengurusan untuk kepentingan kasus perkara tersebut. Hari Setiyono menambahkan, dana tersebut akan diserahkan melalui perantaraan Andi Irfan Jaya yang merupakan teman dekat Jaksa Pinangki.

Tersangka Pinangki, Andi Irfan Jaya, dan Djoko diduga telah mencapai kata sepakat untuk memberikan uang sejumlah 10 juta USD kepada pejabat di Kejaksaan Agung dan di Mahkamah Agung guna keperluan mengurus permohonan fatwa hukum si Mahkamah Agung melalui Kejaksaan Agung.

Selanjutnya Djoko Tjandra menyuruh adik iparnya yaitu mendiang almarhum Herriyadi Angga Kusuma ketika itu untuk memberikan uang kepada Pinangki melalui perantaraan Andi Irfan Jaya di Jakarta. Andi kemudian menyerahkan uang sebesar 500 ribu USD sebagai uang muka atau 50 persen dari dari total 1 juta USD yang dijanjikan sebelumnya.

Pinangki kemudian memberikan uang 50 ribu USD kepada Anita sebagai pembayaran awal jasa penasihat hukum, sedangkan sisanya sebesar 450 ribu USD masih dibawa atau disimpan Pinangki.

Direktorat Penyidikan Jampidsus Kejaksaan Agung untuk sementara telah menetapkan Jaksa Pinangki Sirna Malasari, Djoko Soegiarto Tjandra dan Andi Irfan Jaya sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi atas penerimaan gratifikasi pegawai negeri terkait pengurusan fatwa hukum kepada Mahkamah Agung.

Tim jaksa penuntut umum telah melimpahkan berkas perkara pidana korupsi dan pidana pencucian uang dengan terdakwa Pinangki Sirna Malasari ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis (17/9/2020).

Sementara itu, Humas Pengadilan Negeri Jakarta Pusat Bambang Nurcahyono membenarkan bahwa Pinangki akan menjalani sidang perdana dengan agenda pembacaan dakwaan pada Rabu (23/9/2020) dalam perkara dugaan korupsi dan pencucian uang untuk membantu pengurusan fatwa hukum buronan kelas kakap Djoko Soegiarto Tjandra alias Djoko Tjandra.

Tags: , ,