Angka Kasus Covid-19 Kota Solo Meningkat Tajam

Angka Kasus Covid-19 Kota Solo Meningkat Tajam

Pada hari Minggu (15/9/2020) kemarin, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Solo mencatat terdapat penambahan 106 kasus baru Covid-19. Hal tersebut membuat Covid-19 di Solo alami peningkatan yang tajam.

Pemkot Solo juga berupaya bergerak cepat menyelesaikan surat keputusan (SK) tenaga pendukung untuk penanganan pasien Covid-19.

Siti Wahyuningsih selaku Kepala Dinkes Kota Solo membenarkan bahwa terjadi lonjakan kasus yang sangat tinggi, mencapai 106 kasus per hari Minggu kemarin.

Perinciannya adalah 19 orang merupakan suspek naik kelas, enam orang dari hasil tes mandiri, dan 81 lainnya dari hasil tracing yang dilalukan dalam beberapa waktu terakhir.

Ning sapaan Kepala Dinkes Solo itu, mengatakan, “Paling tinggi dari yang pernah ditemukan di Solo. Ini perpanjangan dari 34 indek kasus”.

Baca Juga:  Pasien Covid-19 Tetap Bisa Nyoblos Saat Pilkada Berlangsung

Mayoritas pasien baru itu datang dari klaster keluarga yang muncul sebelumnya, yang kemudian berbuntut dan menulari sejumlah orang lainnya.

Lantaran terjadi penambahan kasus, Dinkes bersama Satgas Penanganan Covid-19 Kota Surakarta bakal melakukan tracing dengan jangkauan lebih luas pada beberapa waktu ke depan.

Ning menambahkan, “Ada yang perawatan langsung dibawa ke rumah sakit, tapi mayoritas penambahan ini mereka yang asimptomatik (tidak bergejala)”.

Terkait penambahan kasus itu, Pemkot Solo juga melakukan sejumlah pembaruan aturan, mulai dari merevisi ketentuan penyelenggaraan hajat nikah dan lain sebagainya.

Tidak hanya itu, upaya pembentukan tim khusus berupa tenaga pendukung untuk penanganan pasien kini juga diupayakan lebih cepat.

Sementara itu, Ahyani – Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Kota Surakarta- menuturkan, “Aturan di ruang publik sudah kami perbarui lewat SE (surat edaran) yang baru, sementara pakai itu dulu. Kami juga upayakan untuk segera membentuk tenaga pendukung untuk penanganan pasien Covid-19”.

Baca Juga:  Terkait Pembelajaran Tatap Muka, Solo Ikuti Pusat, Namun Wajib Izin Orang Tua

Saat ini, SK tenaga pendukung itu sedang dirumuskan sebelum memulai rekruitmen.

Pemkot Solo juga masih menyiagakan Dalem Joyokusuman dan Dalem Priyosuhartan untuk rumah karantina.

Ahyani menjelaskan, “SK tenaga pendukung sedang diinventarisasi untuk melihat apa saja kebutuhanya. Soal rumah karantina karena lonjakan kasus, mereka yang tak bergejala diberikan hak untuk memilih karantina mandiri atau di fasilitas kota. Jadi itu pilihan mereka, asal berlangsung selama 14 hari. Tantangannya di pengawasan selama karantina mandiri berlangsung”.

Tags: , ,