Angka Kematian Masih Tinggi, Wabah Corona Indonesia Belum Berakhir

Covid-19 di Indonesia sudah mencapai 68.079 kasus terkonfirmasi positif, bertambah 1.853 kasus dari hari sebelumnya dengan jumlah total yang meninggal mencapai 3.359 orang, hal ini terhitung dari data tanggal 8 Juli 2020.

Hal ini diperparah dengan kematian tenaga medis yang cukup tinggi, yaitu mencapai 68 orang yang terdiri atas 38 dokter dan 30 perawat berdasarkan data dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI). Ini berarti pada tiap 100 kematian ada sekitar enam hingga tujuh tenaga kesehatan yang meninggal dunia.

Kondisi tersebut terjadi salah satunya karena kini masyarakat makin banyak yang apatis dengan penanganan Covid-19 dan cenderung mengabaikan protokol kesehatan ditambah pengawasan yang lemah dari pemerintah. Realitas tersebut bisa dilihat dengan mudah seperti di pasar-pasar tradisional di mana banyak orang bertransaksi jual-beli dan tidak mengindahkan protokol kesehatan.

Baca Juga:  Angka Covid-19 Soloraya Tembus 11.832 Kasus

Agus mengatakan,”Banyak orang ke pasar tidak memakai masker apalagi untuk mencuci tangan serta menjaga jarak. Contoh lain adalah maraknya fenomena warga bersepeda, banyak yang tidak memakai masker. Dengan melihat data statistik, jelas terlihat wabahbelum berakhir,”.

Muhammadiyah mengajak masyarakat untuk tetap menerapkan protokol kesehatan, termasuk saat pelaksanaan Idul Adha nanti. Pihaknya tidak lelah mengimbau masyarakat untuk tetap menerapkan 3 M yakni memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan. Terkait dengan Idul Adha 1441 H, selain penerapan protokol kesehatan sesuai edaran PP Muhammadiyah, ia mengharapkan lebih baik dana kurban tahun ini disalurkan untuk membantu mereka yang terdampak Covid-19.

Abdul Mu’ti selaku Sekretaris Umum PP Muhammadiyah mengumumkan hasil keputusan penundaan kembali Muktamar Muhammadiyah ke-48 di Surakarta. Muktamar yang rencana awalnya diselenggarakan tanggal 1-5 Juli 2020, kemudian diundur tanggal 24-27 Desember 2020, kini diundur kembali dengan waktu yang belum ditentukan. Tentunya hal ini dengan mempertimbangkan berbagai masukan dan saran para ahli Covid-19.

Tags: , ,