Anindya Bakrie Bertemu Gibran, Bahas Apa?

Anindya Bakrie Bertemu Gibran, Bahas Apa?

Pada hari Jumat (9/4/2021), Calon Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Anindya Bakrie bertemu Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka di Balai Kota.

Anindya Bakrie tiba di Balai Kota Solo pada pukul 09.30 WIB.

Kemudian, ia dan rombongan langsung menuju ruang kerja Wali Kota Solo untuk melakukan pertemuan secara tertutup.

Pertemuan antara Gibran dan Anindya berlangsung sekitar 1,5 jam.

Usai pertemuan, Anindya menegaskan bahwa pertemuannya dengan putra sulung Presiden Joko Widodo itu bukan membahas dukungan maju sebagai Ketua Umum Kadin.

Seperti diketahui, Anindya Bakrie mencalonkan diri untuk menjadi Ketua Umum Kadin 2021-2026.

Anindya mengaku bahwa kedatangannya ke Kota Solo salah satunya untuk minta traktir makan seorang teman.

“Nggak (tidak membahas Ketum Kadin). Kita mau ketemu temen minta ditraktir makan”, katanya.

“Kami juga pulang kampung, nenek kami dari Solo, kakek dari Boyolali”, tambahnya.

Terkait dukungan menjadi Ketum Kadin, Anindya mengatakan, nanti akan dibicarakan dengan voter.

Selain itu, Anindya juga mengaku membahas berbagai hal saat bertemu dengan Gibran. Namun pembicaraan yang paling menarik tentang rencana untuk pengembangan SMK, karena Gibran, katanya, mempunyai niat untuk membesarkan SMK lebih bagus.

“Bagaimana Pak Wali mempunyai biat untuk membesarkan SMK atau vocational vehicle untuk bisa menjadi percontohan. Jadi Solo menjadi percontohan untuk kota-kota dan kabupaten, bahkan provinsi yang lain”, katanya.

Menurutnya, salah satu ide tersebut membuat salah satu SMK di Solo menjadi center of competence untuk kendaraan listrik.

Hal itu sangat beralasan lantaran perkembangan kendaraan itu sangat besar.

“Kenapa begitu, karena kita lihat perkembangan kendaraan by listrik akan besar dan dibutuhkan vocational studies sumber daya manusia yang kuat. Kebetulan di grup kami maupun Kadin percaya akan ini semua, baik vocational studies maupun kendaraan listrik,” ungkapnya.

Industri untuk kendaraan listrik pada masa depan, katanya, bisa dibuat di Solo dan sekitarnya.

Diharapkan Solo menjadi cikal bakal untuk kemunculan industri kendaraan itu seperti halnya saat Presiden Joko Widodo menjabat wali kota Solo yang memunculkan mobil Esemka.

“Nah, ini contoh-contoh cikal bakal bahwa Solo itu juga memang suatu pioneer atau penerobos pada zaman awal,” jelasnya.

Sementara itu, Gibran mengaku bahwa dalam pertemuannya dengan Anindya Bakrie banyak membicarakan soal SMK dan Kadin.

Sebab, masalah SMK juga menjadi masalah Kadin yang harus dipikirkan.

Gibran menuturkan, “Tadi, misalnya, ada beberapa SMK yang sudah jadul banget alat-alatnya harus diperbarui”.

Gibran menambahkan bahwa Anindya juga banyak berbicara tentang kendaraan listrik, kendaraan ramah lingkungan itu yang dipastikan bakal berkembang pesat pada masa mendatang.

Dengan kondisi seperti itu, Gibran pun berharap agar SMK bisa ikut berperan dalam perkembangan industrinya.

Ketika disinggung mengenai dukungan Anindya menjadi Ketum Kadin, Gibran mengatakan, “Saya ini siapa to mas, kok minta dukungan ke saya. Nggak, saya ini siapa?”, katanya.

Tags: , ,