Antisipasi yang Dapat Dilakukan Saat Terjadi Resesi Ekonomi

Antisipasi yang Dapat Dilakukan Saat Terjadi Resesi Ekonomi

Dampak pandemi Covid-19 membuat perekonomian mengalami resesi. Resesi ekonomi dapat diartikan sebagai tekanan dalam ekonomi baik pada sektor keuangan maupun sektor riil.

Munculnya resesi ekonomi, biasanya ditandai dengan sejumlah faktor. Di antaranya adalah Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang merata di hampir semua sektor pekerjaan. Dan juga bidang perdagangan, transportasi, properti, hingga industri yang melakukan efisiensi pekerja untuk menekan biaya operasional.

Di saat perekonomian negara sedang alami resesi, banyak ketidakpastian terkait dengan keuangan, kelangkaan barang-barang konsumsi, dan lain sebagainya.

Berikut hal-hal yang dapat dilakukan sebagai cara untuk mengantisipasi dan menghadapi krisis ekonomi:

1. Mempersiapkan Keuangan

Keuangan menjadi hal yang sangat penting di saat menghadapi resesi. Oleh sebab itu, mempersiapkan keuangan agar tetap survive menghadapi kondisi ekonomi yang serba tak menentu adalah menjadi hal yang wajib. Tidak hanya untuk mereka yang mengandalkan gaji sebagai pekerja saja, tetapi juga bagi yang berwirausaha.

Mempersiapkan keuangan dapat dimulai dengan mengelola dana darurat baik dalam bentuk tabungan maupun deposito. Namun, dalam masa kriris ekonomi tidak tertutup kemungkinan rekening di bank menjadi susah untuk diakses sehingga simpanan sulit dicairkan. Untuk mengantisipasi kemungkinan tersebut, ada baiknya juga menyiapkan dana darurat dalam bentuk uang tunai. Ketika krisis melanda, uang tunai bisa digunakan sampai dapat mengakses dan mencairkan simpanan di bank.

Baca Juga:  KPK Jelaskan Kontruksi Kasus Suap Wali Kota Tasikmalaya

2. Mengurangi Utang

Semua orang berisiko kehilangan pekerjaan dan juga aset-asetnya seperti rumah dan kendaraan dikarenakan utang. Maka ada baiknya untuk mengurangi utang dan segera melunasinya. Bayarlah utang yang memiliki tingkat bunga tertinggi. Hal ini bisa untuk mengurangi beban biaya bunga yang harus dibayarkan dalam jangka panjang.

3. Mencari Penghasilan Tambahan

Dalam kondisi resesi, dan ekonomi yang lesu menjadikan lapangan kerja semakin sempit, sehingga sulit untuk mencari pekerjaan baru. Kehilangan pekerjaan sama artinya kehilangan gaji atau penghasilan pokok. Di sini perlu meningkatkan keterampilan sehingga bisa berkreasi guna mendapatkan penghasilan tambahan. Bisa dimulai dengan mencoba berbisnis rumahan seperti warung makan, jual beli pulsa, dan lain sebagainya.

Baca Juga:  Hadapi Bonus Demografi, Menpora Ajak Pemuda Kreatif dan Berjiwa Wirausaha

4. Diversifikasi Aset yang Dimiliki

Satu hal yang tak kalah penting ketika menghadapi resesi adalah aset. Di saat perbankan kolaps karena kredit macet, rekening simpanan baik tabungan maupun deposito menjadi sulit untuk diakses apalagi dicairkan dalam waktu cepat. Maka, jangan simpan semua aset dalam bentuk simpanan di bank. Penting untuk melakukan diversifikasi aset agar bertahan dalam menghadapi resesi. Seperti dengan membeli emas sebagai simpanan cadangan, misalnya.

Semua sepakat tidak ada yang ingin mengalami krisis ekonomi. Tetapi, terkadang situasi mengenai pasang surutnya kondisi ekonomi memang tidak bisa dihindari. Agar tetap bisa survive di tengah-tengah krisis ekonomi yang terjadi, melakukan antisipasi dan persiapan yang matang sejak awal adalah salah satu cara yang tepat dan bijak.

Tags: , ,