Apindo Karanganyar Minta Bupati Revisi UMK 2021

Apindo Karanganyar Minta Bupati Revisi UMK 2021

Seperti yang telah diberitakan sebelumnya, Juliyatmono selaku Bupati Karanganyar akhirnya memutuskan mengusulkan menaikkan upah minimum kabupaten (UMK) Karanganyar 2021 sebesar 3,27 persen.

Kebijakan Bupati Karanganyar tersebut dilakukan setelah sebelumnya rapat Dewan Pengupahan yang dilakukan di Kantor Dinas Perdagangan, Tenaga Kerja, Koperasi (Disdagnakerkop) dan UKM Karanganyar sebanyak dua kali deadlock.

Terkait usulan upah minimum kabupaten atau UMK Karanganyar 2021 yang diajukan ke Gubernur Jateng, Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Karanganyar meminta kepada Bupati Karanganyar untuk merevisi hal tersebut.

Hal itu diungkapkan oleh Edy Darmawan selaku Ketua Apindo Karanganyar pada hari Jumat (20/11/2020).

Edy mengatakan, “Kemarin kami ada masukan dari para pengusaha. Memang mereka itu merasa keberatan karena di masa pandemi saat ini perusahaan ekonominya sedang terguncang. Belum selesai masalah ini, sudah ditambah adanya usulan kenaikan UMK. Ini sangat berat bagi pengusaha”.

Baca Juga:  Jelang Debat Kedua, Bajo Kapok Pelajari Kisi-kisi KPU

Ia juga menambahkan bahwa kondisi saat ini sebelum penetapan UMK 2021 sudah memaksa pengusaha melakukan rasionalisasi karyawan.

Menurut hasil dari sampling di 12 perusahaan di Karanganyar, terdapat pengurangan karyawan mulai 10 orang hingga ratusan karyawan.

Hal tersebut besar kemungkinan bertambah jika UMK 2021 benar-benar ditetapkan naik 3,27 persen.

Edy menuturkan, “Rasionalisasi itu sudah terjadi saat ini. Bisa saja bisa bertambah lagi karena otomatis beban produksi kami bertambah”.

Ia juga menuturkan bahwa Apindo Karanganyar yang menaungi perusahaan di Karanganyar meminta Bupati merevisi usulan UMK 2021 berdasarkan nominal UMK dua kabupaten terdekat yaitu Sukoharjo dan Sragen.

Mengenai permintaan Bupati Karanganyar agar Apindo berkomunikasi langsung dengan Gubernur, Edy mengaku bahwa sudah melakukannya.

Baca Juga:  Pemkab Karanganyar Minta Jangan Ada PHK Besar-Besaran Imbas UMK Naik

“Saya sudah menghubungi Gubernur pada Rabu (18/11/2020). Tapi tidak membuahkan hasil karena minta ke kami agar Bupati merevisi dulu. Tidak nol persen lagi. Tapi setidaknya melihat kondisi lapangan UMK di dua kabupaten terdekat. Kami masih berusaha berkomunikasi lagi dengan Bupati terkait ini. Semoga bisa tergerak hatinya,” jelasnya.

Sementara itu, Dewanto -Penasihat Apindo Karanganyar- menyampaikan bahwa kenaikan UMP Jateng sebesar 3,27 persen dimaksudkan agar tidak terjadi kesenjangan besar upah di wilayah Jateng.

Hal ini lantaran terdapat dua kabupaten di Jateng yang masih di bawah UMP Jateng.

Tags: , ,