APJII : Jumlah Pengguna Internet Indonesia Semakin Meningkat

APJII : Jumlah Pengguna Internet Indonesia Semakin Meningkat

Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) menunjukkan bahwa jumlah pengguna internet di Indonesia saat ini semakin meningkat.

Data pengguna internet di Indonesia yang dimaksud berdasarkan hasil survei yang dilakukan APJII untuk kurun waktu tahun 2019 sampai semester kedua 2020. APJII sendiri saat ini sedang menyelesaikan laporan jumlah pengguna internet di Indonesia.

“Survei 2019 sampai semester kedua tahun ini, itu sudah selesai. Kita saat ini sedang membuat infografisnya. Paling Insya Allah bulan depan kita akan umumkan hasil pengguna internet di Indonesia,” ujar Ketua Umum APJII Jamalul Izza, Rabu (30/9/2020).

“Dibandingkan dengan tahun lalu (tahun 2018-red) itu ada kenaikan jumlah pengguna internet Indonesia. Nanti kita akan sampaikan ke media terkait hasil survei terbaru,” ucapnya menambahkan.

Baca Juga:  Sri Mulyani: Omnibus Law Dapat Gerakkan Investasi

Sebagai informasi, pada laporan hasil survei APJII pada 2018 terkait jumlah pengguna internet di Indonesia mencapai 171,17 juta dari total populasi sebanyak 264,14 juta orang pada saat itu. Adapun penetrasi ketika itu pertumbuhannya 10,12% atau 27,9 juta pengguna internet.

Selain mencatat peningkatan jumlah pengguna internet di Indonesia, survei untuk edisi kali ini APJII akan merinci jumlah pengguna Internet di setiap provinsi, di mana sebelumnya APJII melakukannya menurut per wilayah atau per pulau.

Jamal mengatakan survei tahun ini agak tidak biasa dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. APJII yang biasanya melaporkannya setiap tahun, maka pada tahun 2019 survei mereka akan berlanjut hingga Juni 2020.

Baca Juga:  Kemendikbud Sebut 123 Mahasiswa Positif Covid-19 Pasca Demo UU Cipta Kerja

“Kita kalau survei itu face to face (saling bertatap muka), tidak menyebarkan angket. Akibat pandemi, banyak yang work from home dan juga ada Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), jadi baru selesai Juni,” tuturnya.

Jamal mengatakan meskipun dilanda pandemi, penetrasi internet justru tidak terlalu signifikan. Ia menyebutkan, pandemi hanya merubah pola perilaku masyarakat dalam mengakses dunia maya, yang mana sebelumnya dilakukan di perkantoran, maka saat ini pindah ke area perumahan.

“Perilaku hanya berubah dari kantor ke rumah, begitu juga soal belajar dari rumah, itu kenaikan trafiknya sekitar 20-25%,” pungkasnya.

Tags: , ,