Aset Warga yang Terdampak Rel Layang Segera Dihitung Tim Verifikasi

Aset Warga yang Terdampak Rel Layang Segara Dihitung Tim Verifikasi

Ratusan bangunan milik warga di atas lahan PT KAI yang terdampak proyek rel layang Palang Joglo akan segera dicek oleh tim penilai aset.

Hal tersebut dilakukan sebagai langkah untuk pendataan dan verifikasi.

Haryono Bambang selaku Kepala Bagian Pemerintahan Biro Pemerintahan Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Tengah menyampaikan bahwa sosialisasi kepada 535 KK pemilik bangunan di atas lahan PT KAI telah selesai pada hari Jumat(2/4/2021) lalu.

Jumlah tersebut tersebar di Kelurahan Joglo, Nusukan, dan Gilingan.

Haryono mengatakan “Istilahnya pendataan dan verifikasi. Nanti tim akan berkunjung ke rumah warga terdampak proyek rel layang. Kami mohon agar pemilik rumah bisa standby sesuai jadwal yang sudah ditentukan”.

Menurut jadwal yang dikeluarkan oleh Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman Wilayah Jawa Tengah, pendataan dan verifikasi itu akan dimulai dari Kelurahan Joglo dengan 73 KK pada hari Selasa (6/4/2021) ini.

Baca Juga:  Digelar Hybrid dari Solo, IMF 2021 Usung Tema Kebhinekaan

Selanjutnya akan ke Kelurahan Nusukan dengan 240 KK pada hari Rabu-Kamis (7-8/4/2021) mendatang.

Terakhir kepada 222 KK terdampak di Kelurahan Gilingan pada Jumat-Senin (9-12/4).

Haryono menjelaskan, “Tim yang melakukan pendataan dan verifikasi ini terdiri dari Balai Teknik Perkeretaapian Kelas 1 Wilayah Jawa Tengah, dibantu tim terpadu, dan sekretariat pelaksana penanganan dampak sosial kemasyarakatan”.

Dalam pendataan tersebut, para pemilik bangunan baik yang digunakan untuk hunian maupun lokasi usaha diminta memaparkan luas dan batas-batas bangunan yang dimiliki. Serta mendampingi petugas selama mengecek aset.

Mengingat segala hal terkait, mulai dari pagar hingga tanaman akan masuk dalam penilaian tersebut.

“Warga bisa memberikan informasi terkait luas bangunan dan batas bangunan yang dimiliki. Tanaman-tanaman yang dimiliki juga akan dinilai. Namun, untuk tanaman hias tidak masuk penilaian karena bisa dipindah. Tanaman yang dihitung tanaman yang ditanam di tanah”, ungkapnya.

Baca Juga:  Digelar Hybrid dari Solo, IMF 2021 Usung Tema Kebhinekaan

Pihaknya berharap masyarakat bisa kooperatif selama pendataan aset dilakukan.

Dengan demikian, pelaksanaan pembangunan rel layang bisa dilakukan seuasi rencana.

Mengingat pemerintah pusat sudah menyatakan siap melangsungkan pembangunan proyek nasional tersebut pada Juli 2021.

“Jika belum didatangi tim penilai, jangan ada bangunan yang dibongkar. Sebab, ini akan berpengaruh pada besar kecilnya nilai. Kalau uangnya sudah turun, silakan dibongkar. Nanti barang-barang yang bisa dimanfaatkan kembali boleh diminta oleh warga”, katanya.

Tags: , ,