ASN Sukoharjo Tidak Netral di Media Sosial Dilaporkan ke Bawaslu

ASN SUKOHARJO TIDAK NETRAL

ASN (Aparatur Sipil Negara) seharusnya bersikap netral dalam menyikapi masa proses pilkada serentak yang akan dilakukan 9 Desember 2020.

Namun seorang ASN berinisial W kedapatan tidak netral di medsos, karena melalui status Whatsapp, W mengunggah postingan terkait pemasangan gambar salah satu paslon yang memiliki nomor urut satu.

Akibat status Whatsapp yang terlanjur dibuat berhasil dicapture dan dijadikan barang bukti mengenai ketidaknetralan W.

Menanggapi hal tersebut maka Dableg Siswo Sunarto selaku ketua Divisi Pelaporan Tim Advokasi Joswi selaku rival paslon Etik Suryani-Agus Santosa, mendatangi Kantor Bawaslu Sukoharjo sekitar pukul 10.00 pagi untuk melaporkan hal tersebut (28/9/2020).

“Sebagai pamong masyarakat dan abdi negara harus menjunjung tinggi netralitas saat event politik lima tahunan. Praktiknya, masih ada ASN yang melebihi batas kewajaran namun tak pernah ada yang gubris,” pungkas Sunarto.

Baca Juga:  Kasus Covid di Boyolali Tembus 1.020 Orang

Sunarto menjelaskan bahwa ada tujuh poin penting perihal seorang ASN harus netral, diantaranya larangan membuat postingan, tanggapan, penyebarluasan sebuah gambar, foto, poster, maupun visi dan misi dari paslon tertentu melalui media sosial.

Hal-hal tersebut harus dihindari ASN dari medsos pribadinya untuk menjaga kampanye damai berjalan kondusif. ASN harus bisa menjadi teladan dalam bermedsos.

Sunarto mengungkapkan bahwa dia berharap Bawaslu Sukoharjo menindaklanjuti laporan dugaan netralitas ASN, sehingga pemilu berlangsung fair play, adil, dan bersaing secara sehat dengan tidak melibatkan birokrasi pemerintahan.

Tags: , ,