Aturan Baru Disparpora, Untuk Pendaki Pemula Dan Di Bawah 18 Tahun

Aturan Baru Disparpora, Untuk Pendaki Pemula Dan Di Bawah 18 Tahun

Pendaki pemula dan berusia di bawah 18 tahun sebaiknya berpikir kembali apabila ingin mendaki ke Gunung Lawu.

Pemkab Karanganyar melalui Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) mengeluarkan surat berisi aturan baru bagi pendaki pemula dan di bawah usia 18 tahun. Dalam surat No.556/457.15/2020, Disparpora menyebutkan empat poin yang wajib ditaati pendaki Gunung Lawu.

Aturan baru tersebut berlaku mulai Hari Jumat (10/7/2020) berlaku di seluruh jalur pendakian Gunung Lawu di Kabupaten Karanganyar. Ada dua jalur pendakian di Karanganyar, yakni Cemara Kandang dan Candi Ceto.

Poin pertama, pendaki berusia di bawah 18 tahun dilarang mendaki kecuali didampingi oleh pemandu profesional dari daerah setempat.

Poin kedua, rombongan pendaki yang belum memiliki pengalaman minimal tiga kali pendakian wajib menggunakan pemandu profesional dari daerah setempat.

Poin ketiga, setiap pendaki wajib membawa dan memakai perlengkapan, pakaian hangat, dan hand sanitizer.

Poin keempat, petugas melakukan briefing kepada setiap pendaki tentang kondisi cuaca terkini dan protokol kesehatan di masa pandemi Covid-19.

Baca Juga:  Suami Ditahan Karena Tangkap Maling, Istri Histeris di Kejari Klaten

Kepala Disparpora Kabupaten Karanganyar, Titis Sri Jawoto, menyampaikan kebijakan tersebut dibuat setelah mempertimbangkan masukan dari Kapolres Karanganyar, AKBP Leganek Mawardi. Kapolres memberikan saran perihal pembatasan kuota pendaki ke Gunung Lawu setelah kasus seorang pendaki meninggal dunia di karenakan hipotermia.

Titis mengatakan pembatasan kuota tidak bisa diputuskan secara sepihak. Pembahasannya melibatkan wilayah di Jawa Timur karena jalur pendakian ke Gunung Lawu juga terdapat di wilayah Jawa Timur.

“Kebijakan Disparpora langsung merespons saran Kapolres. Kalau (pembatasan) usia, saya sangat setuju. Tidak perlu melibatkan pemangku wilayah lain. Tapi kalau pembatasan jumlah kuota itu kan berhubungan dengan Jatim,” ujar Titis saat diwawancarai, Hari Rabu (15/7/2020).

Selain pembatasan usia, Disparpora juga melarang pendaki pemula naik ke Lawu tanpa pendampingan. Pendaki pemula harus mendapat pendampingan dari pendaki yang sudah berpengalaman, jadi. Pendaki pemula dipersilakan mengajak sendiri pendaki yang sudah berpengalaman. Apabila tidak ada pendaki yang sudah berpengalaman dalam rombongan, dapat memanfaatkan pendamping dari sukarelawan maupun pendaki berpengalaman setempat

Baca Juga:  Teguh Prakosa Sempat Kampanye Di Rumah Keluarga Wanita yang Terbakar Dalam Mobil di Sukoharjo

“Pengetatan perbekalan juga menjadi fokus. Pemula disarankan tidak mendaki sendiri di cuaca ekstrem begini. Harus ditemani pendaki yang sudah berpengalaman. Kalau di rombongannya tidak ada pendaki berpengalaman, kami sarankan memanfaatkan pendamping. Kan ada sukarelawan yang siap mendampingi di base camp,” ujar dia.

Koordinator Bidang Destinasi Disparpora Karanganyar, Nardi, menuturkan aturan tersebut berlaku sejak Hari Jumat (10/7/2020).

Nardi menegaskan pengelola jalur pendakian Gunung Lawu tidak memaksa pendaki pemula menggunakan jasa pemandu dari sukarelawan maupun pendaki berpengalaman setempat. Pendaki pemula dipersilakan mengajak sendiri pendaki berpengalaman dalam rombongannya. Hal itu berkaitan dengan biaya menyewa jasa pendamping.

“Pendaki pemula kalau enggak ada pendamping atau pemandu tracking profesional belum diperbolehkan mendaki. Kecuali satu rombongan itu ada dua atau tiga orang yang pernah mendaki, diperbolehkan. Yang jelas harus ada pendamping profesional. Soal pembatasan umur, kami teliti dari identitas. Ditanya udah pernah naik atau belum dan protokol kesehatan,” tutupnya.

Tags: , ,