Autopsi Rampung, Polres Klaten Segera Gelar Rekonstruksi Penganiayaan Tahanan

Autopsi Rampung, Polres Klaten Segera Gelar Rekonstruksi Penganiayaan Tahanan

Seperti yang telah diberitakan sebelumnya, seorang tahanan Polres Klaten atas nama Ali Mahbub (28) meninggal dunia setelah diketahui dianiaya oleh sejumlah tahanan lain saat berada di sel pada hari Selasa (27/10/2020) lalu.

Polisi langsung mengusut kasus tersebut dan telah menetapkan 10 tersangka penganiayaan pada kejadian tersebut.

Dari berbagai sumber diketahui, bahwa Ali Mahbub merupakan tahanan Kejaksaan yang dititipkan di Mapolres Klaten. Yang pada sebelumnya, ia ditahan di Mapolsek Wonosari.

Setelah dilakukan pelimpahan barang bukti dan tersangka di tahap II, Kejaksaan Negeri (Kejari) Klaten menitipkan Ali Mahbub di sel tahanan Mapolres Klaten pada Selasa (27/10/2020) pekan lalu.

Pemeriksaan autopsi jenazah tahanan Polres Klaten yang meninggal dunia di dalam sel tersebut telah dinyatakan selesai.

Baca Juga:  KPK Libatkan PPATK Telusuri Kasus Edhi Prabowo

Berkas pemeriksaan tersebut telah diserahkan kepada Polres Klaten untuk proses penyidikan.

Pada hari Selasa (3/11/2020) kemarin, AKP Andriyansyah Rihats Hasibuan -Kasat Reskrim Polres Klaten- menyampaikan bahwa berkas autopsi korban sudah keluar dan diserahterimakan ke Polres Klaten.

Pada hari Rabu (4/11/2020) ini, Andriyansyah menuturkan, “Kemarin (Selasa) malam, berkas hasil pemeriksaan korban sudah diterima oleh Polres”.

Setelah menerima hasil pemeriksaan autopsi, Polres Klaten akan segera menggelar rekonstruksi insiden kematian korban. Itu akan dilakukan dalam waktu dekat.

“Secepatnya kami segera melakukan rekonstruksi ulang serta olah TKP,” ujarnya.

Ketika ditanya mengenai 10 tersangka, pihaknya enggan merinci identitas dari 10 orang tersebut.

Andriyansyah hanya menyebut bahwa motif yang dilakukan tersangka adalah faktor usil.

Baca Juga:  KPK Tahan Eks Direktur Teknik Garuda Indonesia

Namun, ia mengatakan tersangka sempat tak mengira jika perbuatan keusilannya berakibat fatal.

“Karena korban tahanan dianggap baru oleh tahanan lain, maka tahanan lainnya mengusilnya tapi mereka tak sadar perbuatan mereka berakibat fatal,” tambahnya.

Tags: , ,