Bagaimana Kelanjutan Kasus Pesilat Asal Sukoharjo?

Diserang Saat Latihan, Pesilat asal Sukoharjo Meninggal Dunia

Pesilat remaja asal Gatak, Sukoharjo diserang hingga meninggal saat latihan pada Sabtu (4/7/2020). Saat ini, polisi sudah mengantongi identitas orang yang menyerang korban.

Penyidik Satreskrim Polres Sukoharjo secara maraton mengusut kasus latihan silat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Ranting Gatak hingga berujung maut pada Sabtu malam.

Seperti yang sudah diberitakan, seorang siswa PSHT dari Desa Trangsan, Kecamatan Gatak, FAR, 15, meninggal saat latihan silat. FAR meninggal dunia karena mengalami luka dan pendarahan di mulut.

Kasatreskrim Polres Sukoharjo AKP Nanung Nugroho mengatakan masih mengumpulkan bukti dan keterangan saksi terkait insiden meninggalnya pesilat remaja asal Gatak tersebut. Selain keterangan saksi, penyidik juga telah mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) di halaman SD Negeri I Gatak.

Dilansir dari Solopos, pada hari Selasa (7/7/2020) Kasatreskrim mengatakan, “Kami masih mengumpulkan bukti-bukti. Doakan saja secepatnya bisa terungkap,”

Dari keterangan saksi, pesilat remaja asal Gatak, Sukoharjo, terjatuh saat latihan dengan posisi kuda-kuda. Remaja berinisial FAR itu diduga tak kuat menahan serangan pelatih saat latihan kuda-kuda sehingga tubuhnya terjatuh ke depan.

Nanung menambahkan, kepalanya terbentur paving dan mengalami luka lecet dan pendarahan. “Luka di bagian kepala ini yang membuat korban meninggal dunia,”

Ketua PSHT Ranting Gatak, Danu Andrianto, menyampaikan, akan melakukan evaluasi pelaksanaan latihan silat menyusul insiden meninggalnya siswa asal Trangsan, Gatak, tersebut.

Danu menjelaskan, “Kami akan lakukan evaluasi misalnya sebelum mulai latihan pastikan kondisi siswa masing-masing. Kami minta siswa jujur kalau kondisinya sakit atau bagaimana sehingga tidak ada kasus seperti itu lagi,”.

Tags: ,