Bambu Kapus: Usaha Rakyat Terimbas Covid-19

Bambu Kapus

Bambu atau dalam bahasa Jawa pring merupakan media yang sudah dikenal dan dipakai masyarakat. Bambu menjadi salah satu bagian yang digunakan dari berbagai kegiatan masyarakat sampai saat ini. Penggunaan bambu sudah melewati berbagai lintas generasi namun tetap eksis.

Penggunaan bambu dalam berbagai hal seperti dalam membangun rumah masih digunakan bambu sebagi jagrak, sebagai krei atau penangkis matahari setelah proses pengolahan. Dalam bidang kuliner bambu juga digunakan sebagai tusuk sate, dalam bidang lain yang penggunaan bambu secara utuh yakni sebagi tiang spanduk atau banner.

Hal ini yang contoh salah satu perubahan penggunaan bambu di era saat ini yang masih dapat kita temui di beberapa bahu jalan.

Baca Juga:  Terkait BPUM, Pelaku Usaha Mengeluh Ke Disdagnakerkop Dan UKM Karanganyar

Pak Toto yang tinggal di Gendekan Surakarta adalah salah satu penjual bambu yang saat ini ada di Surakarta. Pak Toto merupakan generasi kedua yang menjual bambu tersebut. Bambu yang dijual, yaitu jenis bambu kapus. Bambu kapus dapat mencapai panjang sampai sepuluh meter dengan diameter empat inch per buah. Usaha jualan bambu ditekuni Pak Toto sebagai sumber mata pencarian buat kehidupan mereka sehari-hari.

Namun, semenjak adanya pandemi covid-19 Pak Toto juga menjadi salah satu pengusaha kecil yang merasakan langsung imbas dari covid-19 tersebut. Berdasarkan keterangan yang didapat, Pak Toto menjelaskan bahwa permintaan terhadap bambu kapus mengalami penurunan yang signfikan.

Hal ini karena adanya kebijakan yang dibuat pemerintah terkait pencegahan virus tersebut, sehingga beberapa aktivitas kegiatan di luar rumah ataupun pekerjaan menjadi berkurang. Untuk lebih rinci memang tidak dijelaskan mengenai nominalnya kerugian yang dialami baik secara materil.

Baca Juga:  Flyover Purwosari Sudah Tersambung, Kapan Bisa Dilewati?

Namun dari raut wajah dan ekpresi wajahnya terlihat secara jelas bahwa dirinya merasa terpukul adanya covid-19 di Kota Surakarta.

Dengan adanya penurunan penjualan tersebut Pak Toto harus mencari solusi alternatif untuk dapat memulihkan kembali kondisi keuangan mereka dengan membuka usaha tambahan jualan minuman di depan rumahnya yang kebetulan berada di pinggir jalan yang banyak dilalui pejalan kaki, kendaraan baik motor maupun mobil.

Tags: , ,