Bantu Pelajar yang Susah Sinyal, Boyolali Gunakan HT

Setelah sebelumnya salah satu sekolah di Kecamatan Pasar Kliwon, Surakarta menggelar Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dengan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) menggunakan Handy Talky (HT), ternyata ide ini juga digunakan di beberapoa sekolah di Kabupaten Boyolali.

Tidak hanya menggunakan telepon pintar saja yang dirasa menambah beban biaya, penggunaan HT dan radio juga dikembangkan oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Boyolali, Darmanto, dalam mengoptimalkan PJJ.

Dirinya mengatakan bahwa sejak akhir Agustus 2020, pihaknya difasilitasi oleh siaran radio Merapi FM untuk melaksanakan pembelajaran jarak jauh. “Pembelajaran melalui radio kami lakukan, kami difasilitasi Merapi FM, setiap pukul 07.00 WIB-09.00 WIB, untuk jenjang SD dan SMP,” kata dia belum lama ini.

Baca Juga:  Pimpinan KPK Buka Suara Terkait Mobil Dinas

Darmanto mengatakan mulai 31 Agustus 2020, jadwal PJJ yang disiapkan untuk setiap hari Senin, Rabu dan Jumat dilakukan untuk jenjang SD, sedangkan setiap Selasa, Kamis dan Sabtu untuk jenjang SMP.

“Segala potensi yang ada kami kembangkan. Di Ngadirojo [Kecamatan Gladagsari], itu ada yang dengan HT. Guru mengajar menggunakan HT, anak-anak ngumpul di satu tempat mendengarkan juga dengan HT,” kata dia.

Lebih lanjut, dia berharap dengan memanfaatkan berbagai sarana PJJ bisa tetap berjhalan dan kesehatan serta keselamatan guru dan siswa tetap menjadi  prioritas.

Sementara itu Kaur Umum dan Perencanaan Desa Ngadirejo, Kecamatan Gladasari, Muh.  Nur Afif, mengatakan bahwa untuk mengatakan membantu  para pelajar dalam mengikuti PJJ, masing-masing pelajar difasilitasi HT.

Baca Juga:  Gelar Kampanye di Masa Pandemi, Cabub-Cawabup Sragen Hadirkan Pertunjukan Virtual

Dia juga menambahkan pembelajaran juga tidak bisa optimal karena tidak semua warga memiliki fasilitas jaringan yang memadai

“SDM terkait penggunaan teknologi di Desa Ngadirojo juga belum optimal. Untuk itu Pemerintah Desa Ngadirojo bekerja sama dengan kawan RAPI memanfaatkan HT untuk pembelajaran,” kata Nur Afif.

Pada kegiatan belajar itu, siswa dipandu oleh guru dan didampingi operator. Pembelajaran dipisah menjadi 10 kelompok yang berasal dari SDN 1 Ngadiharjo, SDN 2 Ngadiharjo dan MI Alhidayah Ngadiharjo.

Tags: ,