Bawa Aset Nasabah Rp 29 Triliun, Bos Kripto di Turki Menghilang

Bawa Aset Nasabah Rp 29 Triliun, Bos Kripto di Turki Menghilang

Fatih Faruk Ozer selaku CEO dari platform transaksi mata uang kripto (cryptocurrency) Thodex diketahui menghilang.

Ozer dilaporkan telah kabur meninggalkan negara dengan membawa aset investor senilai US$ 2 miliar atau setara Rp 29,11 triliun (kurs Rp 14.555).

Melansir dari Deutsche Welle (DW) pada hari Jumat (23/4/2021), Ozer juga telah menutup situs Thodex dan merilis pernyataan bahwa situsnya akan ditutup dalam 4-5 hari karena potensi investasi luar yang tidak ditentukan.

Tak lama setelah pernyataan itu terbit di situsnya, para investor tak dapat mengakses akun dan menarik uang mereka.

Alhasil, ribuan investor mengajukan tuntutan pidana terhadap Thodex. Hingga kini, Ozer sedang dicari oleh kepolisian Turki.

Jaksa di Istanbul juga telah memerintahkan penyelidikan terhadap Thodex pada hari Kamis (22/4/2021) kemarin.

Kantor Jaksa Penuntut Umum Istanbul menyampaikan bahwa Thodex telah merugikan banyak orang.

Selain itu, jaksa juga memerintahkan penyelidikan terhadap Ozer atas tuduhan penipuan terburuk dan mendirikan organisasi kriminal.

Diberitakan, Ozer dilaporkan melarikan diri dari Turki setelah otoritas keamanan merilis fotonya yang sedang melakukan pemeriksaan paspor di bandar udara (Bandara) Istanbul.

Berdasarkan dari laporan media lokal, Ozer diketahui telah terbang ke Albania atau Thailand.

Pengacara Abdullah Usame Ceran yang telah mengajukan tuntutan pidana terhadap Ozer mengajukan banding kepada pihak berwenang untuk menyita aset platform, termasuk rekening bank, saham, dan kepemilikan berdasarkan laporan dari Anadolu Agency.

Tetapi dalam situs Thodex, dirilis pernyataan yang membantah semua pemberitaan terkait penipuan tersebut.

Thodex mengatakan pihaknya sedang melakukan penawaran rahasia.

Mengutip dari situs Thodex, menuliskan, “Ada bank dan lembaga pembiayaan yang terkenal secara global yang telah lama ingin berinvestasi di perusahaan kami dan mengajukan kemitraan untuk waktu yang lama, dan namanya akan kami umumkan ketika proses penawaran selesai. Untuk menyelesaikan proses ini, transaksi perlu dihentikan dan proses penjualan harus diselesaikan”.

Setidaknya Thodex dilaporkan memiliki 400.000 pelanggan, 391.000 di antaranya aktif dalam transaksi mata uang kripto.

Menurut Coinmarketcap, volume perdagangan di Thodex selama 24 jam mencapai US$ 538 juta atau sekitar Rp 7,83 triliun pada hari perdagangan terakhirnya.

Bank sentral Turki telah memperingatkan mata uang digital mengandung risiko signifikan, dan telah memutuskan untuk melarang penggunaan mata uang kripto sebagai pembayaran barang dan jasa mulai dari 30 April.

Akibat kasus ini otoritas Turki akan memperketat pengawasan di pasar kripto.

Tags: , ,