Belasan Jamaah Masjid di Karanganyar Tertular Covid-19

Belasan Jamaah Masjid di Karanganyar Tertular Covid-19

Sebanyak 12 jemaah di salah satu masjid di Dukuh Pundungrejo Desa Jati, Jaten, Karanganyar, terpapar Corona. Belasan warga Desa Jati yang positif Civid-19 itu tanpa gejala. Mereka isolasi mandiri di rumah. Dan masjid itu kini di-lockdown.

Total terdapat 12 jamaah yang sebelumnya menjalankan ibadah salat Jumat, diketahui positif Covid-19 pada hari Minggu (25/4/2021) lalu.

Haryanto selaku Kepala Desa Jati menjelaskan bahwa penutupan terhadap masjid tersebut dilakukan oleh warga sekitar dan pengurus. Sebanyak 12 jamaah positif Covid-19 berdasarkan hasil swab test.

Pada hari Senin (26/4/2021), Haryanto mengatakan, “Ada salah satu jamaah warga kami yang sebelumnya mengalami batuk dan panas yang tidak turun-turun. Kemudian setelah dilakukan swab antigen hasilnya reaktif dan positif. Setelah itu, tim langsung bergerak cepat untuk melakukan tracing“.

Dari hasil tracing terdapat 12 orang positif, mereka kini harus menjalani isolasi mandiri.

Haryanto menambahkan, “Yang di-swab kemarin itu ada sekitar 15 orang lebih, kemudian hasilnya 12 orang. Kalau total di Desa Jati sampai dengan saat ini sudah ada sekitar 19 orang yang terpapar”.

Haryanto juga mengungkapkan bahwa penutupan masjid dilakukan selama 10 hari.

Saat ini semua kegiatan ibadah Ramadan juga ditiadakan sementara sampai penutupan selesai.

Sementara itu, Dinas Kesehatan (Dinkes) Karanganyar mengungkapkan data perkembangan klaster Covid-19 masjid di Desa Jati, Jaten, Karanganyar. Total terdapat 15 orang yang terkonfirmasi positif Covid-19 dari klaster tersebut hingga Senin (26/4/2021).

Plt. Kepala Dinkes Karanganyar, Purwati, mengatakan Pemkab Karanganyar baru mendapatkan laporan adanya klaster masjid pada hari Minggu (25/4/2021). Berdasarkan laporan yang diterimanya, terdapat dua masjid di Desa Jati yang menjadi klaster persebaran Covid-19.

Melansir dari solopos pada hari Senin (26/4/2021), Purwati menyampaikan, “Untuk kronologisnya masih belum rinciannya kenapa bisa menjadi klaster baru. Karena kami baru mendapatkan laporannya kemarin (Minggu). Hari ini baru saya minta untuk laporannya dari puskesmas. Ada dua masjid yang menjadi klaster dan totalnya ada 15 orang yang sudah dinyatakan positif Covid-19. Sekarang mereka isolasi mandiri”.

Menurutnya, adanya temuan kasus di dua masjid tersebut lantaran keduanya kerap menjadi tempat ibadah pelaku perjalanan. Sehingga, banyak orang dengan status mobilitas tinggi yang singgah di kedua masjid tersebut.

Tags: , ,