Berawal Dari Coba-Coba Hingga Kebanjiran Order

Masa pandemi Covid-19 membuat orang berkreasi, khususnya dalam hal kuliner yang akhirnya menjadi bisnis baru.

Seperti yang dilakukan oleh Maya Barus. Ibu rumah tangga berdarah Batak yang tinggal di Solo ini memiliki bisnis kecil-kecilan bidang cake.

Maya mengaku bahwa ide ini muncul saat awal pandemi saat dirinya harus tinggal di rumah saja dan mendampingi anak-anaknya dalam sesi pembelajaran jarak jauh (PJJ). Saat itu dirinya mencari referensi video-video memasak di YouTube dan Instagram, dan akhirnya dia mencoba untuk membuat kue-kue hasil dari pembelajarannya lewat platform berbagi video tersebut

“Bermula dari hanya tinggal di rumah saja selama 3 bulan itu, mau nggak mau saya harus cari kegiatan sendiri di rumah. Saya lihat-lihat IG, YouTube tentang demo-demo masak. Dari video-video itu, akhirnya tertarik untuk bikin, dan karena anak saya suka coklat akhirnya saya bikin brownis karena bahannya dan cara membuatnya gampang.” Jelas Maya kepada Soloraya.id, Rabu (30/09/2020).

Percobaan pertama berhasil karena anaknya suka. Kemudian dia bagi-bagikan kepada teman-teman dekatnya dan merekapun juga suka, sampai ada yang pesan langsung. Untuk awal-awal melayani pesanan dari teman-teman terdekatnya, Maya hanya memberikan biaya bahan saja. Namun dari waktu ke waktu, pesanan makin banyak, akhirnya membuat dirinya makin mendalami dunia cake dengan mengambil kelas-kelas daring, hingga akhirnya dia membuat 2 jenis cake lainnya, yaitu bolu jadul dan bolu marmer

Baca Juga:  PDIP Pecat Cawabup Klaten Harjanta yang Maju Pilkada 2020 Lewat Partai Lain

Dia mengaku banyak gagal dan banyak rugi saat mendalami, namun dirinya mengerti bahwa kegagalan dan kerugian yang dialami adalah bagian dari proses pembelajaran. Dimulai dengan membagikan tester produk ke teman-teman dekatnya, sekarang Maya bisa menerima pesanan hingga 10-15 box. Dalam memilih bahan, Maya mengaku tidak asal-asalan, dia selalu memilih bahan yang berkaulitas baik, setidaknya kualitas menengah supaya citarasanya terjaga.

Kedepannya, Maya juga ingin berjualan makanan di luar cake, khususnya memperkenalkan menu-menu makanan khas Tanah Batak, salah satunya yang paling direkomendasikan adalah Ikan Mas Arsik yang kalau di Jawa dikenal dengan ikan tombro yang dimasak dengan bumbu kuning khas Tanah Batak dan digoreng kering. Namun dirinya harus menunggu hingga anaknya sudah duduk di kelas 5 keatas, karena saat ini PJJ membuat dirinya harus melakukan pendampingan penuh.

Baca Juga:  Hotel Jadi Pilihan Tempat Isolasi Pasien Covid-19, PHRI Solo Serahkan Keputusan pada Manajemen

“Soalnya kalau masak menu Batak ada beberapa bahan yang harus didatangkan dari Sumatera Utara, seperti bahan untuk Ikan Mas Arsik harus ada andaliman yang belum bisa didapat di Solo, paling deket itu yang jual di Jakarta jadi perlu waktu ekstra sedangkan saya saat ini harus mendampingi anak-anak saya untuk sekolah online-nya.” ungkap Maya

Produk jualannya yang dia beri nama “Mak Abel Kitchen” ini dia jual melalui akun Facebook-nya, Maya Barus. Dalam unggahanya, juga dia sertakan nomor kontak untuk melakukan pesanan. Kedepannya dia akan membuat akun media sosial yang khusus menjajakan produk cake-nya ini

Tags: , ,