Berkas Sudah Dilimpahkan, Dadang Suganda Segera Disidang

Berkas Sudah Dilimpahkan, Dadang Suganda Segera Disidang

Pelaksana Tugas (Plt) Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Bidang Penindakan Ali Fikri mengatakan, pihaknya telah melimpahkan barang bukti berkas perkara dan tersangka atas nama Dadang Suganda. Dengan demikian maka Dadang akan segera menjalani persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Bandung, Jawa Barat.

Dadang akan menjalani persidangaan pembacaan dakwaan terkait kasus perkara dugaan Tipikor dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) terkait proyek pengadaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Pemkot Bandung pada 2012—2013 kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK.

“Hari ini, penyidik KPK melaksanakan tahap II penyerahan tersangka dan barang bukti tersangka Dadang Suganda kepada JPU. Sebelumnya, berkas perkara tersangka telah dinyatakan lengkap (P-21),” kata Ali Fikri kepada wartawan di Jakarta, Selasa (27/10/2020).

“Penahanan DS (Dadang Suganda) selanjutnya menjadi kewenangan JPU KPK selama 20 hari terhitung mulai 27 Oktober sampai dengan 15 November 2020 di Rutan KPK Kavling C1 di Gedung KPK lama,” jelasnya.

Baca Juga:  Mahfud MD Ditantang FPI Untuk Tracing di Solo & Surabaya

“Dalam waktu 14 hari, JPU KPK akan segera melimpahkan berkas perkaranya ke Pengadilan Tipikor. Persidangannya akan dilaksanakan di Pengadilan Tipikor Bandung. Jawa Timur,” terangnya.

Ali menjelaskan, selama proses penyidikan, penyidik KPK telah memeriksa sebanyak 205 saksi untuk Dadang Suganda.

Sejumlah saksi yang diperiksa itu adalah Wali Kota Bandung Oded Mohamad Danial, mantan Wali Kota Bandung Dada Rosada, mantan Sekda Kota Bandung Edi Siswadi, pegawai Bank BJB, pegawai BRI, pegawai Bank Mandiri, pegawai Bank Bukopin dan pegawai Bank BCA.

Pemkot Bandung tidak membeli langsung dari pemilik tanah, tetapi diduga menggunakan makelar, yaitu anggota DPRD Kota Bandung periode 2009 hingga 2014 Kadar Slamet dan Dadang. Pengadaan dengan perantara Dadang dilakukan melalui kedekatannya dengan Sekda Kota Bandung Edi Siswadi.

Edi telah divonis bersalah dalam perkara suap terhadap seorang hakim dalam terkait dengan penanganan perkara korupsi bantuan sosial di Pemkot Bandung.

Baca Juga:  Dalami Kasus Benih Lobster, KPK Geledah Tiga Lokasi

Edi Siswadi memerintahkan Kepala Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kota Bandung (pada saat itu) Herry Nurhayat untuk membantu Dadang Suganda dalam pengadaan tanah tersebut.

Dadang kemudian melakukan pembelian tanah pada sejumlah pemilik tanah atau ahli waris di Bandung dengan nilai lebih rendah dari NJOP setempat.

Setelah tanah tersedia, Pemkot Bandung membayarkan Rp 43,65 miliar pada Dadang. Namun, Dadang hanya memberikan Rp 13,5 miliar kepada pemilik tanah.

Dalam penyidikan kasus itu, KPK juga telah menyita 64 bidang tanah dan bangunan serta dua mobil milik tersangka Dadang.

Diduga Dadang diperkaya sekitar Rp 30 miliar. Sebagian dari uang tersebut, sekitar Rp 10 miliar diberikan kepada Edi Siswadi yang akhirnya digunakan untuk menyuap hakim dalam perkara bansos di Pengadilan Negeri Kota Bandung.

Tags: , ,