Berkas Telah Dilimpahkan, 2 Tersangka Perkara Mahkamah Agung Siap Disidangkan

Berkas Telah Dilimpahkan, 2 Tersangka Perkara Mahkamah Agung Siap Disidangkan

Pelaksana Tugas (Plt) Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Ali Fikri mengatakan, pihaknya telah melimpahkan berkas perkara barang bukti dan dua tersangka kasus perkara dugaan suap dan gratifikasi terkait pengurusan perkara di Mahkamah Agung (MA) pada tahun 2011 hingga 2016.

Menurut Ali, kedua tersangka itu adalah Nurhadi (NHD) mantan Sekretaris MA bersama menantunya Rezky Herbiyono (RHE). Dengan demikian kasus keduanya segera dilimpahkan penuntutan agar dapat segera disidangkan di Pengadilan Tipikor Jakarta.

“Penyidik KPK hari ini telah melaksanakan tahap II penyerahan barang bukti dan tersangka NHD dan RHE kepada tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK,” kata Ali Fikri kepada wartawan di Jakarta, Selasa (29/9/2020).

Menurut Ali, penahanan terhadap kedua tersangka tersebut selanjutnya menjadi kewenangan Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK selama 20 hari ke depan terhitung mulai 29 September sampai 18 Oktober 2020.

Baca Juga:  Berkas Sudah Dilimpahkan, Dadang Suganda Segera Disidang
Tersangka Nurhadi (mertua Rezky Herbiyono) segera disidang
Tersangka Nurhadi (mertua Rezky Herbiyono) segera disidang

“Tersangka NHD (Nurhadi) tetap ditahan di Rutan Cabang KPK C1, sedangkan tersangka RHE (Rezky Herbiyono) tetap ditahan di Rutan KPK Gedung Merah Putih,” jelasnya.

“JPU KPK diberikan waktu selama 14 hari kerja untuk segera menyusun surat dakwaan dan melimpahkan berkas perkara Nurhadi dan menantunya ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor),” terangnya.

Ali menambahkan, selama proses penyidikan terhadap kedua tersangka itu sedikitnya telah diperiksa sebanyak 167 saksi oleh penyidik KPK.

Selain Nurhadi dan Rezky, KPK juga telah menetapkan Direktur PT Multicon Indrajaya Terminal (MIT) Hiendra Soenjoto (HS) sebagai tersangka, namun yang bersangkutan masih dicari alias dinyatakan buron.

Nurhadi dan Rezky sebelumnya telah ditetapkan sebagai tersangka penerima suap dan gratifikasi senilai Rp 46 miliar terkait pengurusan sejumlah perkara di MA, sedangkan Hiendra ditetapkan sebagai tersangka pemberi suap.

Baca Juga:  KPK Sambut Baik Perpres Supervisi
Tersangka Rezky Herbiyono (menantu Nurhadi) segera disidang
Tersangka Rezky Herbiyono (menantu Nurhadi) segera disidang

Adapun penerimaan suap tersebut terkait pengurusan perkara perdata PT MIT melawan PT Kawasan Berikat Nusantara (Persero) kurang lebih sebesar Rp 14 miliar.

Kemudian juga perkara perdata sengketa saham di PT MIT kurang lebih sebesar Rp 33,1 miliar dan gratifikasi terkait perkara di pengadilan kurang lebih Rp 12,9 miliar sehingga akumulasi yang diduga diterima kurang lebih sebesar Rp 46 miliar.

KPK juga telah menyita beberapa aset diduga terkait dengan kasus Nurhadi seperti lahan kelapa sawit di Padang Lawas, Sumatera Utara, vila di Megamendung, Kabupaten Bogor, dan belasan kendaraan mewah.

Terkait aset-aset tersebut, KPK juga telah menemukan bukti permulaan yang cukup untuk mengembangkan kasus Nurhadi tersebut ke arah dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

Tags: , ,