Biaya Top Up OVO Naik Lagi?

Biaya Top Up OVO Naik Lagi?

PT Visionet International kembali meningkatkan biaya top up atau pengisian ulang dompet digital OVO. Kemudian, pengisian melalui bank meningkat menjadi Rp 1.500 per transaksi.

OVO mengumumkan peningkatan biaya pengisian langsung ke pelanggan. Biaya telah meningkat sebesar 500 Rp dibandingkan dengan biaya yang ditagih Maret lalu. Penerapan tarif baru akan dimulai pada 25 Agustus 2020, seperti yang dikutip oleh pengumuman perusahaan, Senin (13/7/2020).

Penyesuaian tarif ini berlaku pada 19 Bank yang merupakan rekanan OVO. Termasuk Bank CIMB Niaga, Bank Mega, Bank Panin dan BTPN. Adapun top up di Bank Mandiri dan BCA, BNI, dan Bank BRI masih menggunakan tarif lama atau Rp 1.000 per transaksi.

Baca Juga:  Delapan Parpol Komitmen Antikorupsi

Informasi saja, OVO mengenakan tarif top up Rp 1.000 per transaksi sejak Maret 2020. Itu artinya, Artinya, OVO mengenakan kenaikan tarif setelah 8 bulan aturan top up berbayar berlaku. Sebelum top up OVO selalu digratiskan.

Biaya isi ulang Rp 1.000 dikenakan bila melakukan top up melalui instan Top Up di aplikasi OVO, ATM, internet banking, Tokopedia dan OVO Booth. Untuk Top Up menggunakan kartu debit di aplikasi OVO akan dikenakan biaya 2%.

Namun, bila pengguna ingin top up tanpa biaya atau gratis, mereka bisa melakukan isi ulang melalui driver Grab. Transaksi melalui driver Grab tetap tidak dikenakan biaya.

Pada Desember 2019, OVO juga membuat kebijakan biaya transfer OVO ke rekening bank. Jumlahnya Rp 2.500 per transaksi. Biaya-biaya ini dikenakan pada OVO Cash.

Baca Juga:  Ini Alasan Edhy Prabowo Kunjungi AS

Sampai saat ini, belum ada penjelasan lebih lanjut dari manajemen OVO terkait kebijakan ini.

Tags: , , ,