BNPT Kunjungi Abu Bakar Ba’asyir di Ngruki

BNPT Kunjungi Abu Bakar Ba'asyir di Ngruki

Pada hari Kamis (18/2/2021) kemarin, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) melakukan kunjungan ke Ponpes Islam Al-Mukin Ngruki, Desa Cemani, Kecamatan Grogol, Sukoharjo.

Dalam kunjunganya kali ini, Irfan Idris selaku Direktur Deradikalisasi BNPT bertemu dengan mantan terpidana terorisme yakni Abu Bakar Ba’asyir.

Irfan menyebut, kunjungan BNPT tersebut hanya dalam rangka silaturahmi saja.

“Kita hanya silaturahmi, dan tadi kita diterima dengan baik”, katanya lagi.

Ia menambahkan bahwa pemilik Ponpes Islam Al-Mukmin itu juga ingin mengunjungi kantor BNPT.

Sementara itu, Ahmad Mihdan selaku pengacara Abu Bakar, menyampaikan bahwa selain silaturrahmi, BNPT juga menanyakan kondisi Abu bakar dan membahas terkait penanggulanan terorisme.

Dalam pertemuan itu, Abu Bakar juga memberikan sejumlah nasihat kepada BNPT.

Baca Juga:  Proyek Revitalisasi Jembatan Mojo Sudah Dimulai, Hanya Kendaraan Roda 2 yang Bisa Lewat

Ahmad menuturkan, “Kami mengingatkan terorisme itu muncul karena adanya ketidakadilan dan adanya kejahatan manusia yang diderita umat islam. Itu akar permasalahannya”.

“Kami juga sampaikan, bahwa Bangsa Indonesia harus berperan penting dalam penanganan terorisme di dunia”, tambahnya.

Abu Bakar juga meminta agar negara harus bisa menghargai dan menghormati hukum islam.

Karena hukum Islam menjamin kehidupan di dunia dan akhirat, dan pengaturan hukum bersumber ajaran syari dan kehidupan itu hukum.

“Soal bermitra dengan BNPT tidak. Kalau ada sisi yang kurang tepat, kami beri masukan. Menurut kami, terorisme itu tidak boleh dalam islam,” tutupnya.

Diberitakan sebelumnya, pada hari Jumat (8/1/2021) lalu, mantan terpidana kasus terorisme Abu Bakar Ba’asyir (ABB) telah bebas murni dari Lapas Khusus Kelas IIA Gunung Sindur.

Baca Juga:  Pembangunan Masjid Raya Sheikh Zayed Solo Hampir Selesai, Kapan Peresmiannya?

Seperti yang diketahui, ia dinyatakan bebas murni karena telah menyelesaikan masa pidana selama 15 tahun.

Ba’asyir divonis 15 tahun hukuman penjara oleh majelis hakim di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) pada 2011. Putusan itu tak berubah hingga tingkat kasasi.

Ba’asyir, yang merupakan pimpinan dan pengasuh Pondok Pesantren Al-Mukmin Ngruki, Sukoharjo, itu terbukti secara sah dan meyakinkan menggerakkan orang lain dalam penggunaan dana untuk melakukan tindak pidana terorisme.

Tags: , ,