Bos BRI : Ini Senjata Rahasia Untuk Menjadi Raja Digital Banking

Ini Senjata Rahasia Bos BRI Untuk Jadi Raja Digital Banking

PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) telah mengembangkan tiga pilar untuk mempercepat transformasi digital.
Direktur Utama BRI, Sunarso mengatakan ketiga pilar tersebut adalah digitalize core untuk efisiensi. Yang kedua menyediakan platform dan ketiga built-in untuk pelanggan.

“Bank kita mau tidak mau bank penyedia platform. Itu sasaran supaya kita masuk ke ekosistem digital. Kita akan menemukan new bisnis model,” ujarnya dalam Webinar Nasional “The Future of Digital Banking”, Kamis (23/7/2020).

Ia mengatakan, dalam arah digitalisasi, BRI memiliki banyak platform, salah satunya adalah BRIspot. Aplikasi ini memudahkan nasabah kredit mikro untuk mendapatkan pinjaman dari BRI. “Tadinya dua minggu sekarang dua hari,” tegasnya.

Selain itu ada juga situs web pasar BRI yang melibatkan 2,5 juta pedagang pasar tradisional. Dia mencatat bahwa setidaknya ada 4.000 pasar tradisional yang terkait dengan program ini.

Baca Juga:  Dalami Kasus Eks Bupati Lampung Tengah, KPK Panggil 8 Saksi

“Kita ingin bisa menjadi 5.200 pasar, ini jadi sumber-sumber pertumbuhan juga karena bisa memberi pinjaman ke pedagang-pedagang,” terangnya lagi.

Sebelumnya, Sunarso juga mengakui, ada dua sasaran yang dituju, guna membawa nasabah segmen ini agar tidak gagap menghadapi digitalisasi dalam perbankan.

“Pertama adalah untuk nasabah yang eksisting kita dorong nasik kelas, ada aplikasi nasabah untuk UMKM yang bisa diakses,” terangnya.

Melalui aplikasi ini, pelaku usaha, baik perusahaan mikro, kecil dan menengah dapat melakukan valuasi atas aset mereka, sehingga mereka dapat melakukan pemetaan secara mandiri terkait dengan tingkat aktivitas yang dijalani. Dari stage atau level itu, Anda dapat memilih literasi yang sesuai untuk aplikasi yang disediakan oleh BRI.

Baca Juga:  Gelar Webinar Nasional Pilkada Berintegritas 2020, KPK Ingatkan Kasus Tahun Politik

“Jadi misal di tahap awal, harus literasi tentang apa, apakah harus masih belajar administrasi, kelola usaha, atau butuh akses pasar lainnya,” ujarnya lagi.

Sasaran kedua adalah menjangkau lebih bawah lain yaitu go smaller, yaitu dengan menjangkau unbanked operation. Sebab, bagi pengusaha kecil yang tak tersentuh bank, tapi dijangkau dengan cara-cara manual akan membutuhkan investasi yang mahal.

“Mau tidak mau dengan cara digital,” pungkasnya.

Tags: , , ,