Bupati Karanganyar Sebut Denda Rp 20.000 Bagi Pelanggar Protokol Bersifat Alternatif

Bupati Karanganyar Sebut Denda Rp20.000 Bagi Pelanggar Protokol Bersifat Alternatif

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar sudah memberlakukan sanksi denda Rp 20.000 bagi pelanggar protokol kesehatan yang terjaring operasi penegakan disiplin protokol kesehatan.

Pemkab Karanganyar menerapkan denda tersebut mengacu pada Peraturan Bupati (Perbup) Karanganyar No.84/2020 tentang Perubahan Atas Peraturan Bupati Karanganyar No.52/2020 Tentang Pedoman Tatanan Normal Baru Pada Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019.

Dalam Perbup itu mengatur sejumlah sanksi untuk orang perorangan dan badan usaha. Denda untuk orang perorangan, seperti teguran lisan, denda, kerja sosial, dan sanksi administratif.

Juliyatmono selaku Bupati Karanganyar mengatakan bahwa sanksi denda Rp 20.000 bagi pelanggar protokol kesehatan yang terjaring operasi penegakan disiplin protokol kesehatan bersifat pilihan. Menurutnya, saksi denda tersebut bersifat alternatif.

Baca Juga:  Akhir Pekan Lalu, Kasus Covid-19 di Solo Cetak Rekor

Pada hari Selasa (6/10/2020) kemarin, Yuli sapaan akrab Bupati Karanganyar, menuturkan, “Sanksi itu kan pilihan-pilihan. Kan ada sanksi sosial, denda. Itu pilihan. Lagipula, sanksi berupa denda itu pun kami ganti dengan dua lembar masker. Masih sangat efisien, murah”.

Orang nomor satu di Karanganyar itu menyampaikan bahwa Pemkab tidak melihat nominal denda maupun potensi pendapatan yang akan disetorkan ke kas daerah. Fokus penegakan Perbup itu, menurutnya, peningkatan disiplin masyarakat terhadap protokol kesehatan.

Yuli mempersilakan pelanggar memilih denda, kerja sosial, maupun sanksi lainnya. Pelanggar dipersilakan memilih hukuman sesuai kemampuan dan kondisi

“Mau mencuci motornya, mau menyapu, mau menghafalkan Pancasila, mau menghafalkan Pembukaan UUD 1945 boleh. Silakan memilih. Apapun, intinya itu peningkatan disiplin masyarakat,” tambahnya.

Baca Juga:  Polisi Kantongi Identitas Pelaku Pembunuhan Wanita Yang Terbakar Di Sukoharjo

Uang yang terkumpul dari denda tersebut dikelola Dinas Kesehatan (Dinkes) Karanganyar dan kemudian disetorkan ke kas daerah.

Yuli menyebut dana tersebut untuk pemenuhan kebutuhan di bidang kesehatan masyarakat. Yakni seperti, pembelian masker, hand sanitizer, dan lain-lain untuk kalangan masyarakat.

Tags: , ,