Bupati Karanganyar: Solo Raya Seperti Republik Mini. Apa Artinya?

Bupati Karanganyar: Solo Raya Seperti Republik Mini. Apa Artinya?

Bupati Karanganyar Juliyatmono menyampaikan bahwa komunikasi dan koordinasi antar kepala daerah menjadi kunci sukses pemutusan rantai penyebaran Covid-19 di Solo Raya

Pada hari Minggu (14/3/2021) kemarin, Yuli sapaan akrab Bupati Karanganyar itu mengatakan, “Saya kira komunikasi dan koordinasi jadi kunci sukses. Kita harus bergerak bersama. Karena Solo Raya berhimpitan dan bedekatan”.

Ditambah lagi beberapa daerah di Solo Raya memiliki sosok pimpinan baru, misalnya saja Solo yang kini kepemimpinan Kota Solo diduduki oleh Gibran Rakabuming Raka.

Kehadiran Gibran dinilai membuat kawasan Solo Raya seperti republik mini.

Yuli menambahkan, “Ini Kota Solo dipimpin oleh Gibran, itu anak presiden sehingga republik mini ada di Solo Raya”.

Baca Juga:  Kaesang Janjikan Bintang Piala Menpora Untuk Persis Solo

Maka dari itu, dibutuhkan koordinasi supaya setiap program kebijakan yang dibikin setidaknya bisa mensejahterakan wilayah Solo Raya.

Orang nomor satu di Bumi Intanpari itu juga menyampaikan, “Benefit program kesejahteraan tidak hanya di Solo tapi melebar ke Solo Raya. Karena daya dukungnya ada di sekitarnya”.

“Saya mengajak beliau-beliau ini, relatif baru dilantik, cukup muda, mari kita beri yang terbaik untuk Indonesia”, katanya lagi.

Diberitakan sebelumnya, pada hari Kamis (4/3/2021) kemarin, Karanganyar kembali menerima vaksin sebanyak 10.000 dosis.

Setelah tenaga kesehatan dan pelayan publik, kini giliran kelompok lanjut usia (lansia) produktif yang akan mendapat divaksin.

Purwati selaku Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Karanganyar menyampaikan bahwa pihaknya sudah memerintahkan masing-masing puskesmas untuk mengambil vaksin di dinkes.

Baca Juga:  Rutan Klas IA Solo Digeledah, Petugas Temukan Sajam dan HP

Purwanti menuturkan, “Sesuai dengan arahan dari pemerintah provinsi, 1.000 vial atau 10.000 dosis vaksin yang kami terima ini untuk kelompok lansia. Terutama yang di wilayahnya memiliki angka terkonfirmasi Covid-19 tinggi dan berisiko”.

Pemberian vaksin terhadap lansia tersebut akan lebih dulu melalui proses skrining.

Ia menyebut kategori lansia berisiko yang dimaksud adalah lansia yang memiliki penyakit penyerta dan masih memiliki mobilitas tinggi. Dia mencontohkan lansia yang masih bekerja di sawah, ladang, berdagang, dan lain-lain.

Tags: , ,