Cawali Solo Gibran Blusukan Online Ke Kratonan

Gibran Blusukan Online Ke Kratonan

Gibran Rakabuming Raka mengadakan blusukan online ke sejumlah wilayah di Kota Solo. Salah satunya yakni ke Kratonan.

Saat blusukan online tersebut, Gibran langsung diminta memberikan perhatian kepada guru taman kanak-kanak (TK) bila kelak jadi Wali Kota Solo.

Pasalnya, keberadaan guru TK dinilai berperan penting dalam mendidik dan mencerdaskan generasi penerus bangsa.

Suwarno -salah satu warga Kratonan- menuturkan, “Mereka kan pendidik anak usia dini, masa emasnya anak-anak. Jadi mohon agar diperhatikan”.

Mendapat aspirasi dalam blusukan online tersebut, putra sulung Jokowi pun menyatakan siap menindaklanjutinya.

Gibran menjawab, “Nggih, Pak, ini menjadi catatan tersendiri untuk saya”.

Tak hanya Suwarno, warga lainnya juga mengeluhkan ihwal kesulitan mengakses bantuan modal UMKM.

Kesulitan akses bantuan modal disampaikan oleh warga bernama Slamet, penjual usus goreng. Juga Joko Marmanto dan Ari Sulastri, pengrajin ukir logam.

Baca Juga:  Pada Pilkada 2020, PDIP Targetkan Gibran Menang Dengan Persentase Tertinggi Se-Jateng

Ada juga warga yang bernama Sri Maestuti Rahayu, pedagang kelontong dan lontong sayur. Mereka ingin meminta tambahan modal usaha.

Menanggapi keluhan tersebut, Gibran dalam blusukan menyebut bahwa ada bantuan modal stimulan UMKM dari Kementeran Koperasi dan UKM senilai Rp 2,4 juta.

Warga yang menginginkan bantuan itu ia sarankan melengkapi berkas persyaratannya.

Setelah berkas lengkap warga harus mengajukan permohonan bantuan tersebut melalui mekanisme sesuai dengan ketentuan.

Gibran menjelaskan, “Kalau berkas sudah lengkap silakan ajukan. Bila syarat-syaratnya sudah memenuhi insya Allah ACC. Tapi untuk bantuan-bantuan lainnya dari pemerintah sudah dapat belum? Seperti PKH atau BST”.

Sehari setelahnya yakni pada hari Sabtu (24/10/2020) lalu, Gibran bertemu eks pedagang Sunday Market Manahan, Roni dan Doni, warga Tipes.

Baca Juga:  Mengatasi Masalah Banjir, Cawali Bagyo Wahyono Usul Program Sungai Bawah Tanah

Lewat blusukan online, mereka juga meminta agar Gibran membuka kembali Sunday Market Manahan.

Sejak tidak boleh berjualan dalam kawasan Sunday Market mereka berdua berjualan masker keliling untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Doni menuturkan, “Kalau bisa mohon buka lagi. Dulu kami banyak menggantungkan hidup dari sana”.

Keluhan tersebut langsung direspon dan Gibran menyatakan bahwa Sunday Market dan Night Market Ngarsopuro ditiadakan karena kondisi pandemi Covid-19.

Gibran juga mengaku sudah bertemu dengan Paguyuban Sunday Market. Ke depan, ia melanjutkan nasib pedagang dua pasar itu bisa dibicarakan kembali.

“Semoga nanti ada solusi. Saya juga tahu perputaran uang di sana sangat tinggi,” imbuhnya.

Tags: , ,