Cegah Penularan Covid-19 Dengan Memasifkan 3T

Dokter Reisa Broto Asmoro, Duta Adaptasi Kebiasaan Baru mendorong daerah yang memiliki tingkat penambahan jumlah kasus positif tinggi memasifkan 3T untuk mempercepat penurunan jumlah kasus dan mencegah angka kematian. Menurutnya, 3T (testing, tracing, dan treatment) menjadi kunci untuk menurunkan angka kasus positif dan menurunkan angka fatalitas yang disebabkan virus Covid-19.

“Pemutakhiran, panduan tersebut, semakin menguatkan pelaksanaan arahan presiden, untuk tetap berkonsentrasi dan memasifkan 3T, yakni testing, tracing, dan treatment. Khususnya, di wilayah Jawa Timur, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Sulawesi Selatan, Sumatera Utara, dan Papua,” kata Reisa di Media Center Gugus Tugas Nasional, Graha BNPB, Jakarta, Rabu (15/7).

Berdasarkan data Gugus Tugas Covid-19 Nasional pada Rabu (15/7) jumlah kasus positif 1.522 dan negatif 13.969 sehingga total menjadi positif 80.094 dan negatif 577.561. “Dari pemeriksaan ini, kita dapatkan kasus konfirmasi positif Covid-19, tambahan yang kita dapatkan adalah 1.522 orang, sehingga saat ini, totalnya menjadi 80.094 orang,” kata Juru Bicara Pemerintah untuk Covid-19 Achmad Yurianto dalam keterangan pers di BNPB, Jakarta, Rabu (15/7).

Menurut Yuri, angka ini tidak tersebar merata di seluruh Indonesia, melainkan ada beberapa wilayah yang memiliki kasus penambahan dengan jumlah tinggi, namun ada beberapa tidak sama sekali melaporkan penambahan kasus positif.

“Jawa Tengah melaporkan kasus baru sebanyak 261 orang, namun juga melaporkan kasus sembuh sebanyak 120 orang. DKI Jakarta 260 orang kasus baru dan 193 orang sembuh. Jawa Timur hari ini melaporkan 165 kasus baru dan 521 orang sembuh,” kata Yuri.

Dengan tambahan 261 kasus positif baru, Jateng menyalip DKI Jakarta dan Jatim, yang selama ini secara bergantian menempati posisi puncak. Selain itu, Jateng masih masuk provinsi 5 besar dengan kasus positif terbanyak secara kumulatif adalah mulai dari Jawa Timur 17.395, DKI Jakarta 15.324, Sulawesi Selatan 7.452, Jawa Tengah 5.914 dan Jawa Barat 5.310.

Namun, Jateng termasuk provinsi dengan tingkat kesembuhan relatif tinggi setelah DKI Jakarta dengan penambahan kasus sembuh tertinggi 9.721 disusul Jawa Timur 7.482, Sulawesi Selatan 3.275, Jawa Tengah 2.115, dan Jawa Barat 2.064.

Tags: , ,