Cegah Penularan Covid-19, Gereja di Wonogiri Terapkan Ibadah Bergilir per Kecamatan

Gereja di Wonogiri sudah dibuka untuk beribadah tatap muka. Namun, pengurus gereja membatasi jumlah jemaah dan memperpendek durasi kegiatan.

Pada hari Minggu (1/11/2020) pagi, jemaah yang beribadah di Gereja Katholik Santo Yohanes Rasul keluar dari area gereja. Mereka memakai masker.

Pemimpin Gereja setempat, Romo Yosafat Dhani Puspantoro, memberi salam kepada jemaah yang pulang. Sebelumnya para jemaah beribadah di gereja tersebut.

Romo Dhani mengatakan gereja yang dipimpinnya sudah dibuka untuk beribadah tatap muka sejak September 2020. Namun, pihaknya membatasi jumlah jemaah dengan cara menjadwal berdasar kelompok jemaah kecamatan.

Pada kondisi normal jemaah yang beribadah bisa mencapai 500 orang setiap ibadah Sabtu sore dan Minggu pagi. Ibadah di gereja di Wonogiri ini saat pandemi Covid-19 ini dibatasi hanya untuk 100-150 orang/sesi ibadah.

Baca Juga:  Tahun 2021, Sekolah-Sekolah di Karangayar Siap PTM

Mereka merupakan kelompok jemaah satu kecamatan. Pada pekan berikutnya giliran kelompok jemaah dari kecamatan lain yang beribadah di Gereja Santo Yohanes Rasul. Begitu seterusnya.

Usia jemaah juga dibatasi. Usia jemaah yang boleh beribadah di gereja lebih dari 10 tahun hingga 70 tahun. Selain itu durasi ibadah juga diperpendak.

Pada kondisi normal kegiatan ibadah di gereja di Wonogiri tersebut berlangsung selama lebih dari satu jam. Kini durasinya menjadi 45 menit.

Menurut Romo Dhani, jemaah menyambut baik dibukanya gereja di Wonogiri itu setelah ditutup sejak Maret 2020.

Jemaah gereja tersebut tidak mempermasalkan penerapan aturan pembatasan jumlah peserta dan asal peserta ibadah tersebut. Mereka memahami bahwa kebijakan itu untuk mencegah penularan Covid-19.

Baca Juga:  Partai Bulan Bintang Dukung Gibran-Teguh di Pilkada Solo 2020

“Kami menerapkan protokol kesehatan dengan ketat. Sebelum masuk area gereja semua dicek suhu tubunya. Semua jemaah juga wajib bermasker. Kami selalu mengimbau agar sering mencuci tangan. Kami menyiapkan empat tempat cuci tangan,” kata Romo Dhani.

Tags: , ,