Chairuman Harahap Selesai Diperiksa KPK Terkait Kasus e-KTP

Chairuman Harahap Selesai Diperiksa KPK Terkait Kasus e-KTP

Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) selesai melakukan pemeriksaan atas nama saksi Chairuman Harahap, mantan Anggota DPR RI 2009 hingga 2014. Pemeriksaan Chairuman terkait penyidikan kasus perkara dugaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) proyek paket pengadaan penerapan Kartu Tanda Penduduk (KTP) Nasional yang berbasis Nomor Induk Kependudukan (NIK) atau e-KTP.

Pantauan wartawan, Chairuman tampak terlihat keluar dari ruangan pemeriksaan dengan mengenakan kemeja lengan panjang warna putih dan celana warna hitam pada sekitar pukul 16:30 WIB. Chairuman hanya menjawab secara singkat pertanyaan wartawan usai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK Merah Putih Jakarta.

“Iya benar, tadi diperiksa soal e-KTP, gak ingat berapa jumlah pertanyaannya, saya diperiksa sejak pukul 10 (pagi) tadi, tidak ada (informasi) baru yang disampaikan,” kata Chairuman Harahap kepada wartawan usai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK Merah Putih, Jalan Kuningan Persada, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (27/10/2020.

Sementara itu sebelumnya, Pelaksana Tugas (Plt) Juru Bicara KPK Bidang Penindakan Ali Fikri mengatakan, yang bersangkutan (Chairuman Harahap) diperiksa dalam kapasitasnya sebagai saksi untuk tersangka ISE (Isnu Edhi Wijaya/mantan Direktur Utama Perum Percetakan Negara RI).

Ali mejelaskan, KPK dalam kesempatan ini juga akan memeriksa seorang saksi bernama Gembong Satrio Wibawanto. Yang bersangkutan merupakan Staf Peneliti Pengembangan dan Rekayasa Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT).

Chairuman sebelumnya juga pernah beberapa kali diperiksa dalam penyidikan kasus e-KTP untuk sejumlah tersangka lainnya yang kini telah divonis bersalah kerena terbukti terlibat dalam kasus korupsi yang merugikan anggaran keuangan negara Rp 2,3 triliun.

Chairuman pernah bersaksi untuk tersangka mantan Anggota DPR RI Markus Nari, mantan Dirut Quadra Solution Anang Sugiana Sudihardjo, Irvanto Hendra Pambudi keponakan dari Setya Novanto dan Made Oka Masagung, pengusaha sekaligus rekan Novanto.

Sementara itu KPK sebelumnya telah menetapkan Isnu Edhi Wijaya bersama dengan 3 orang lainnya pada 13 Agustus 2019 sebagai tersangka batu dalam pengembangan kasus dugaan korupsi e-KTP.

Keempat (4) orang tersangka baru itu diantaranya mantan Staf Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi BPPT Husni Fahmi (HSF), anggota DPR RI 2014-2019 Miriam S Hariyani (MSH), dan Direktur Utama PT Sandipala Arthaputra Paulus Tannos (PST).

Tersangka baru itu juga disangkakan melanggar Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP (Kitab Undang-Undang Hukum Pidana).

Tags: , ,