Dalam Sebulan, Polresta Solo Tangkap 22 Tersangka Kasus Narkoba

Dalam Sebulan, Polresta Solo Tangkap 22 Tersangka Kasus Narkoba

Dalam satu bulan terakhir, Satuan Reserse Narkotika Polresta Solo berhasil mengungkap 18 kasus perkara dengan sebanyak 22 tersangka penyalahgunaan narkotika.

Dalam jumpa pers di Mapolresta Solo pada hari Jumat (23/4/2021), Kombes Pol Ade Safri Simanjutak selaku Kapolres Solo menjelaskan bahwa 12 tersangka itu yakni RM, warga Pasar Kliwon Solo; GJ, warga Magetan; RS, warga Pasar Kliwon; GC, warga Sukoharjo indekos di Banjarsari; AS, warga Jebres Solo.

Lalu DA, warga Banjarsari Solo; RB, Pasar Kliwon; Y, Pasar Kliwon; WS, warga Laweyan Solo; MJ, warga Banjarsari; FD, warga Jebres, dan GJ, warga Banjarsari.

Kapolresta menyebut bahwa 12 tersangka itu ditangkap dalam Operasi Antik Candi dengan total barang bukti 224,6 gram sabu-sabu dan 68,06 gram ganja.

Kemudian, dalam periode kedua pada bulan April, Ade Safri menyampaikan bahwa pihaknya juga menangkap 10 tersangka yaitu AS, warga Pasar Kliwon, EB, Wonogiri, JM, warga Surabaya yang tengah mengirim narkotika ke Solo.

Lalu ada LT, warga Sukoharjo, PR, warga Jebres, MM, warga Pasar Kliwon, RA, Pasar Kliwon, RM, warga Pasar Kliwon, dan pasangan suami istri asal Sukoharjo, yakni SM dan DS.

Dari sepuluh tersangka tersebut polisi berhasil menyita 53,57 gram sabu-sabu dan ganja seberat 19,16 gram.

Mantan Kapolres Karanganyar itu menjelaskan, “Kasus paling menonjol yakni MJ warga Banjarsari. Tersangka menyimpan 29 paket sabu-sabu dengan total berat 100,65 gram. Tersangka merupakan bandar atau pengedar besar narkotika”..

Selain itu, kasus terbesar kedua yakni EB warga Wonogiri. Dari tersangka EB tersebut, polisi menyita 17 paket sabu-sabu dengan total berat 35,56 gram.

Dalam kesempatan itu, Kapolresta juga berharap bahwa tren peredaran narkotika di Solo mengalami perubahan.

Hal tersebut dilihat berdasarkan tangkapan para penyalahgunaan sabu-sabu dalam paket hemat atau paket kecil sabu-sabu.

Kapolresta menuturkan, pengedar sabu-sabu tidak hanya menyasar masyarakat berekonomi menengah ke atas namun juga menyasar masyarakat bawah.

“Pengedar sabu-sabu tidak kembali menyasar masyarakat berekonomi menengah ke atas, namun juga menyasar masyarakat bawah”, katanya.

Bahkan menurutnya, tidak menutup kemungkinan peredaran paket berukuran 0,15 gram hingga 0,25 gram sabu-sabu itu menyasar pelajar dan mahasiswa.

“Ini menjadi peringatan bagi masyarakat, terus awasi keluarga jangan sampai ada keluarga yang terjerumus dalam peredaran sabu-sabu,” ujarnya.

Tags: , ,