Dalam Waktu Sehari, Kasus Covid-19 di Boyolali Meledak

Kasus wabah Covid-19 di Boyolali meledak. Sabtu (14/11/2020), Satgas Covid-19 Boyolali mencatat lebih dari 130 penambahan kasus positif. Melalui platform pesan instan yang diterima Soloraya.id, Ketua Satgas Boyolali, Drs Masruri, menyampaikan kepada masyarakat Kabupaten Boyolali agar memperketat protokol kesehatan.

Masruri juga menhimbau kepada masyarakat untuk tidak berpergian dulu, seperti berwisata, ziarah dan segala kegiatan yang bersifat mengumpulkan orang. Dirinya juga menekankan bahwa pada dasarnya tenaga kesehatan sudah kewalahan.

“Tolong dukung/kasih support para nakes kita dan tolong semua jaga diri supaya sehat, masyarakat jangan abaikan protokol kesehatan covid, kasihan para nakes sudah bekerja keras, masyarakat agar bantu jangan menambah berat tenaga kesehatan,” tulis Masruri dalam pesan Whatsapp

Baca Juga:  Pemkab Karanganyar Minta Jangan Ada PHK Besar-Besaran Imbas UMK Naik

Di akhir pesannya, dirinya meminta bantuan kepada masyarakat Boyolali untuk sama-sama memutus penularan Covid-19 dan dirinya juga memohon sekali untuk tidak melanggar protokol kesehatan.

Sementara itu berdasarkan data dari situs Covid19.boyolali.go.id, tercatat ada penambahan 135 kasus pada Sabtu kemarin. Dari jumlah tersebut 84 di antaranya merupakan kasus kontak erat.

Dengan penambahan tersebut total kasus positif Covid-19 di Boyolali yakni 1.544. Adapun perinciannya 144 orang dirawat, 294 isolasi mandiri, 1.046 sembuh, dan 60 lainnya meninggal dunia.

Dengan penambahan kasus yang signifikan ini sejak seminggu terakhir dari hari Senin (09/11/2020), Boyolali masuk ke zona merah. Untuk pembagian per Kecamatan, hanya satu kecamatan di Kabupaten Boyolali yang masuk zona bukan merah, yaitu Kecamatan Selo yang masuk dalam kategori zona kuning.

Tags: , ,