Dapat Restu Rilis MCB 8,5 Triliun, Garuda Akan Gunakan Untuk Apa Dananya?

Dapat Restu Rilis MCB 8,5 Triliun, Garuda Akan Gunakan Untuk Apa Dananya?

PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) mengatakan bahwa penerimaan dana bantuan pemerintah dalam rangka pemulihan ekonomi nasional (PEN) akan diterima melalui mekanisme penerbitan mandatory convertible bond (MCB) atau ‘Obligasi wajib konversi senilai Rp 8,5 triliun.

Dana dari pemerintah tersebut akan digunakan untuk kebutuhan operasional. Namun, dana ini juga dapat digunakan untuk membiayai kewajiban perusahaan lainnya.

Hanya saja, Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Sebuahutra, mengatakan bahwa alokasi dana ini masih dalam pembahasan oleh manajemen. Penunjukan hanya akan bersifat final ketika perusahaan telah menerbitkan instrumen ini.

“Mestinya [buat operasional], tapi belum final. Masih didiskusikan,” kata Irfan, Kamis (16/7/2020).

Namun demikian, Irfan menegaskan bahwa penerbitan instrumen ini harus tetap dilakukan di tahun ini.

Baca Juga:  Kasus Korupsi PT DI, KPK Tahan Dirut PT PAL Surabaya

Obligasi konversi sederhananya adalah obligasi yang dapat dikonversikan menjadi saham dari suatu perusahaan penerbit obligasi.

Sebelumnya, saat ditemui di Komplek DPR RI usai rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi VI DPR RI, Irfan mengatakan perusahaan membutuhkan dana ini untuk kebutuhan modal kerja perusahaan.

Pasalnya, saat ini operasional perusahaan tak berjalan maksimal karena jumlah penumpang yang turun signifikan sedangkan perusahaan harus tetap membayarkan kewajiban,

“Buat hidup, buat modal kerja. Jadi buat kita hidup. Kan penumpang turun jauh, kewajiban jalan terus,” jelas dia, Senin (22/6/2020).

Kemarin, Kementerian BUMN dan Komisi VI DPR RI sepakat untuk memberikan dana talangan atau dana investasi kepada dua perusahaan BUMN dalam bentuk obligasi wajib konversi. Garuda Indonesia akan mendapatkan senilai Rp 8,5 triliun.

Baca Juga:  Rekomendasi PB IDI Kepada Pemerintah Untuk Vaksinasi Covid-19

Pimpinan Rapat Kerja Komisi VI DPR RI dengan Kementerian BUMN, Aria Bima mengatakan bahwa penyaluran dana dalam rangka pemulihan ekonomi nasional (PEN) dalam bentuk investasi pemerintah telah dilakukan dan dipilih karena perusahaan itu tidak 100% milik pemerintah.

“… sepakat dana pinjaman utang ke PMN kecuali Garuda dan Krakatau Steel menggunakan MCB [mandatory convertible bond]. Alasannya Garuda dan Krakatau Steel karena sama-sama ada saham publiknya, jadi untuk MCB itu kita tetapkan untuk Garuda dan Krakatau Steel,” kata Aria dalam rapat kerja yang digelar Rabu (15/7/2020).

Tags: , ,