Dari Antigen Bekas, Manajer Kimia Farma Raup Rp 30 Juta Per Hari

Dari Antigen Bekas, Manajer Kimia Farma Raup Rp 30 Juta Per Hari

Diberitakan sebelumnya, polisi menemukan alat rapid test antigen didaur ulang di Lab Kimia Farma Bandara Kualanamu. Kebanyakan yang didaur ulang adalah alat yang dimasukkan ke hidung yang dibersihkan lagi setelah dipakai.

Dari peristiwa itu, polisi mengamankan sejumlah petugas laboratorium serta beberapa barang bukti ke Polda Sumut.

Ratusan alat rapid test bekas yang sudah dicuci bersih dan telah dimasukkan ke dalam kemasan serta ratusan alat pengambil sampel rapid antigen yang masih belum digunakan jadi barang bukti kasus tersebut.

Kini, Polda Sumut menyampaikan bahwa Plt Business Manajer Laboratorium Kimia Farma Medan berinisial PM yang merangkap Kepala Layanan Kimia Farma Diagnostik Bandara Kualanamu, meraup keuntungan sebesar Rp 30 juta per hari dari pelayanan tes antigen menggunakan alat bekas.

Nominal tersebut terungkap dalam penyidikan yang dilakukan Direskrimsus Polda Sumut.

Irjen Pol Panca Putra selaku Kapolda Sumut menyebut bahwa rata-rata pasien tes antigen yang dilayani PM sekitar 250 orang per hari.

Tetapi yang dilaporkan ke Bandara Kualanamu dan Pusat Kantor Laboratorium Kimia Farma yang berlokasi di Jalan R.A. Kartini hanya sekitar 100 orang.

Pada hari Kamis (29/4/2021), Panca menyampaikan, “Kemudian sisanya sekitar 150 pasien merupakan keuntungan yang didapat PM dari hasil penggunaan antigen bekas. Di mana rata-rata hasil dari keuntungan penggunaan antigen bekas yang diterima PM sekitar Rp 30 juta per hari”.

Berdasarkan hasil pemeriksaan dari sejumlah saksi, Panca mengatakan bahwa pelayanan antigen bekas tersebut dilakukan oleh karyawan Laboratorium Kimia Farma yang berlokasi di Jalan R.A. Kartini Nomor 1 Kelurahan Madras Hulu, Kecamatan Medan Polonia, Kota Medan. Bahkan sudah dilakukan sejak Desember 2020 lalu.

Dalam kasus tersebut, polisi menetapkan lima orang tersangka yakni PM (45), SR (19) selaku kurir Laboratorium Kimia Farma Medan yang berperan sebagai pengangkut alat swab antigen bekas dari Bandara Kualanamu ke Laboratorium Kimia Farma.

Kemudian DJ (20) selaku customer service di Laboratorium Klinik Kimia Farma yang berperan mendaur ulang alat tes swab antigen bekas.

Lalu M (30) bagian Admin Laboratorium Kimia Farma yang berperan melaporkan hasil swab ke pusat.

Dan R (21) karyawan tidak tetap Kimia Farma yang berperan sebagai admin hasil swab test antigen di posko pelayanan pemeriksaan Covid19 Kimia Farma Bandara Kualanamu.

Kelima tersangka dijerat dengan Pasal 98 ayat (3) Jo Pasal 196 Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dengan pidana penjara paling lama 10 tahun dan denda paling banyak Rp1 miliar dan atau Pasal 8 huruf (b), (d) dan (e) Jo Pasal 62 ayat (1) Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen dengan pidana penjara paling lama 5 tahun dan denda Rp 2 miliar.

Incoming search terms:

  • kimia farma raup untung dari antigen palsu
Tags: , ,