Demi Dapat Nama, Ustaz Adam Rekayasa Berita Babi Ngepet

Demi Dapat Nama, Ustaz Adam Rekayasa Berita Babi Ngepet

Beberapa waktu lalu, temuan ‘babi ngepet’ membuat heboh warga Kelurahan Bedahan, Kecamatan Sawangan, Depok, Jawa Barat.

Polisi akhirnya menetapkan Adam Ibrahim (AI) yang dianggap ustadz di kampung tersebut sebagai tersangka akibat menyebarkan berita hoaks soal babi ngepet itu.

Terungkap, isu babi ngepet sengaja direkayasa oleh tersangka bersama 8 orang rekannya.

Kapolresta Depok Kombes Imran menyatakan, AI bersama rekan-rekannya sengaja memesan seekor babi lewat online seharga Rp 900 ribu plus ongkos kirim Rp 200 ribu.

“Tersangka merekayasa dengan memesan online seekor babi dari pencinta binatang Rp 900 ribu, ditambah ongkos kirim Rp 200 ribu. Kerja sama 8 orang, mengarang cerita bahwa seolah-olah babi ngepet itu benar, padahal itu rekayasa, bahwa disebut ada kalung dan lain-lain itu bohong,” jelas Imran.

Disebutkan, motif pelaku adalah mendapatkan popularitas di kampungnya dan banyak pengikut. Atas penyebaran berita hoax ini, Adam Ibrahim terancam hukuman maksimal 10 tahun penjara.

Seperti yang diketahui, kisah tersebut berawal pada hari Selasa (27/4/2021) dini hari lalu ada seekor babi yang ditangkap warga.

Cerita yang berkembang di masyarakat saat itu adalah babi tersebut adalah babi jadi-jadian untuk pesugihan atau yang biasa disebut ‘babi ngepet’.

Sejumlah warga termakan isu, bahkan ada beberapa warga yang mengaku kehilangan sejumlah uang meyakini uangnya dicuri ‘babi ngepet’ setelah melihat wujud babi tersebut.

Abdul Rosad selaku Ketua RW 04 setempat menyebut bahwa warga sebelumnya sudah diresahkan kejadian hilangnya sejumlah uang sejak Maret 2021.

Ditangkapnya babi itu membuat warga kian percaya bahwa babi tersebut adalah babi ngepet.

Pada hari Selasa (27/4/2021) lalu, Abdul mengatakan, “(Babinya) hilang (saat itu). Selang berapa minggu lagi, beraksi lagi, ketahuan warga lagi, dia menghilang lagi. Mungkin apesnya baru tadi (Selasa) malam. Jadi tadi malam itu, dia ini sebelum berubah wujud jadi babi, semalam itu pakai jubah hitam”.

Ia juga menyampaikan babi ngepet ini tak hanya sekali ketahuan mencuri. Sebelumnya, babi ngepet ini pernah akan ditangkap warga tapi lolos.

Belakangan terungkap babi ngepet ini hanyalah rekayasa semata. Pelakunya, Ustaz Adam Ibrahim yang mengarang cerita sedemikian rupa karena ingin terkenal.

Kepada polisi, AI mengaku menyebarkan berita hoax soal ‘babi ngepet’ karena ingin terkenal. AI sengaja merekayasa soal babi ngepet karena ingin dianggap memiliki kemampuan lebih.

Munculnya ide rekayasa soal babi ngepet ini bermula ketika AI menerima informasi adanya sejumlah warga yang kehilangan uang sejak Maret 2021.

Hingga suatu waktu ketika AI dkk melaksanakan ronda, terbersit di pikirannya untuk menyelesaikan masalah soal hilangnya uang warga ini seolah-olah perbuatan babi ngepet.

Pada saat meronda itulah, AI dan kawan-kawannya menyusun skenario. AI dan seorang temannya kemudian patungan untuk membeli seekor babi via online.

Hingga babi itu tiba di rumahnya pada malam hari sekitar pukul 23.00 WIB. Babi itu dilepaskan dari kandangnya dan ditangkap kembali oleh AI dkk.

Dalam ceritanya tersebut, AI dan 7 orang temannya itu seolah-olah melihat tiga orang berboncengan turun dari atas motor.

Agar warga lebih yakin, AI membumbui cerita itu. Mereka seolah-olah melihat orang yang turun dari motor itu tiba-tiba berubah wujud menjadi babi.

Tags: , ,